Jadi Tersangka Kasus Makar, Eggi Sudjana: Ini Bentuk Kesalahan Konstruksi Hukum

Eggi Sudjana mengatakan, penetapannya sebagai tersangka dugaan makar akibat menyerukan people power sebagai bentuk kesalahan konstruksi hukum

Jadi Tersangka Kasus Makar, Eggi Sudjana: Ini Bentuk Kesalahan Konstruksi Hukum
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Eggi Sudjana saat ditemui awak media di depan Gedung Bawaslu, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Eggi Sudjana mengatakan, penetapannya sebagai tersangka dugaan makar akibat menyerukan people power sebagai bentuk kesalahan konstruksi hukum di Indonesia.

Ia menyebut, selama ini pihaknya selalu mempermasalahkan persoalan kecurangan yang dilakukan oleh Capres petahana, bukan mempersoalkan pemerintah yang sah.

"Kami hanya mempersoalkan Capres yang curang, itu yang harus digarisbawahi dan itu ada pasalnya. (Berdasarkan Pasal) 463 harus didiskualifikasi dan yang hitungan-hitungan salah itu harus dipidana empat tahun, ada di Pasal 532," ucapnya, Kamis (9/5/2019).

"Jadi dalam konteks saya sebagai tersangka itu prosedural hukum dalam kitab hukum secara pidana polisi telah melanggar," tambahnya.

Pasalnya, ia menerangkan, polisi tidak mengindahkan tahapan-tahapan yang ada karena bila Eggi benar-benar melakukan makar, pihak kepolisian bisa langsung menangkapnya.

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2019 Selama Ramadan Hingga Menjelang Idul Fitri

Tolak Aksinya Disebut Demo, Eggi Sudjana: Kami Hanya Sampaikan Aspirasi

Klaim Kantongi Izin Gelar Demo di Kantor KPU dan Bawaslu, Eggi Sudjana: Ini Bentuk People Power

"Kalau tuduhannya makar, maka tidak perlu lapor polisi, kalau betul makar mestinya langsung ditangkap. Itu namanya makar," ujarnya.

Secara hukum, ada tiga kategori yang bisa dikategorikan sebagai makar, yaitu sesuai Pasal 104, 106, dan 107 KUHP.

"Pasal 104 itu adalah membunuh Presiden dan Wakil Presiden, Pasal 106 itu menggerakkan daerah seluruhnya atau sebagiannya, dan 107 itu menggulingkan pemerintahan yang sah," kata dia.

Ia pun menyebut, dari ketiga kategori tersebut tidak ada pasal yang dapat menjeratnya dengan tuduhan makar.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved