Sidang Pemukulan Lansia, Sopir Terdakwa Sebut Majikannya Dua Kali Lakukan Pemukulan

Sopir terdakwa Sanny Suharli (69), Abdurahman (50) mengakui bahwa majikannya dua kali melakukan pemukulan dalam keributan di Taman Daan Mogot.

Sidang Pemukulan Lansia, Sopir Terdakwa Sebut Majikannya Dua Kali Lakukan Pemukulan
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Dua saksi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus pemukulan oleh terdakwa Sanny Suharli (69) di PN Jakarta Barat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Sopir terdakwa Sanny Suharli (69), Abdurahman (50) mengakui bahwa majikannya dua kali melakukan pemukulan dalam keributan di Taman Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat yang terjadi pada 3 Juni 2018.

Hal tersebut dikatakannya saat dihadirkan sebagai saksi fakta dalam sidang lanjutan kasus pemukulan dengan terdakwa Sanny Suharli di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (9/5/2019).

"Pukulan yang pertama mengenai wajah ibu Kon Siw Lie (67) dan yang kedua kena handphone afwang (anak korban) hingga jatuh," kata Abdurahman di ruang sidang.

Beri Bogem Mentah ke Nenek Berusia 67 Tahun, Ahli Sebut Sanny Suharli Bisa Dipidana

Terbukti Pukul Lansia, Saksi Ahli Sebut Sanny Suharli Bersalah

Abdurahman pun menjelaskan kronologi pemukulan oleh terdakwa yang terjadi di depan rumah korban hanya karena permasalahan parkir mobil.

"Saya itu nyopirin Pak Sanny, dari rumah mau ke Citra Land, tapi pas di depan rumah ibu Kon Siw Lie ada mobil parkir di sebelah kanan, mobil itu punya anaknya Kon Siw Lie dan bapak kemudian turun minta mobil dipindah," kata Abdurahman.

Abdurahman pun tak mendengar jelas keributan di antara terdakwa dan korban hingga mengakibatkan adanya pemukulan.

Sebab, saat itu ia masih berada di dalam mobil.

"Yang saya lihat korban saat itu panggil anaknya untuk mindahin mobilnya. Setelah itu anaknya keluar sambil keluarin ponsel dan merekam. Pak Sanny mungkin merasa tidak enak atau merasa terprovokasi," katanya.

Dalam sidang hari ini, Majelis Hakim sempat mengultimatum kuasa hukum terdakwa agar tidak mengulur waktu persidangan.

Sebab, kuasa hukum tak menghadirkan saksi ahli dalam sidang hari ini.

"Saudara saya beri kesempatan sekali lagi pada Senin pekan depan untuk hadirkan saksi ahli. Ingat ya itu kesempatan terakhir jangan malah ulur-ulur waktu," kata Ketua Majelis Hakim Soehartono.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved