Ramadan 2019

Sidak Pedagang Takjil di Kebon Bawang, Wali Kota Jakut Pastikan Tak Temukan Zat Kimia Berbahaya

Pengawasan terhadap makanan untuk berbuka puasa atau takjil dilakukan Pemerintah Kota Jakarta Utara hari ini, di Kebon Bawang, Tanjung Priok

Sidak Pedagang Takjil di Kebon Bawang, Wali Kota Jakut Pastikan Tak Temukan Zat Kimia Berbahaya
TribunJakarta/Afriyani Garnis
Wali Kota Jakarta Utara, Syamsuddin Loligau saat meninjau pedagang takjil di Jalan Kebon Bawang VI RW 06, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (10/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM,  TANJUNG PRIOK - Pengawasan terhadap makanan untuk berbuka puasa atau takjil dilakukan Pemerintah Kota Jakarta Utara hari ini, di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (10/5/2019).

Hal ini dilakukan sebagai wujud perhatian pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau mengatakan, pengawasan takjil digelar menyeluruh di enam kecamatan, sejak Rabu (8/5/2019) hingga Rabu (29/5/2019) mendatang.

Dia ingin memastikan takjil yang dijual tidak mengandung zat berbahaya dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Selama Bulan Puasa, Beraneka macam Takjil Tersedia di Jalan Kebon Bawang Jakarta Utara

Pemerintah Kota Jakarta Utara Gelar Buka Bersama di 25 RW, 100 Takjil Disiapkan

Selama Ramadan, Satpol PP Jakarta Utara Patroli Rutin Awasi Tempat Hiburan Malam

Dengan mendatangi pedagang satu persatu, Syamsuddin pun menanyakan perihal makanan yang dijual disana.

Pedagang pun antusias menawarkan makanan yang dijualnya kepada Wali Kota Jakarta Utara itu.

"Ini kan bulan puasa banyak yang jual takjil. Jadi kita ingin memastikan takjil yang dijual ini aman dari zat kimia berbahaya," kata Syamsuddin usai meninjau pengawasan takjil di Jalan Kebon Bawang VI RW 06, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (10/5/2019).

Pada lokasi tersebut, dipastikannya takjil yang dijual tidak mengandung zat kimia berbahaya.

Hal itu disampaikannya usai meninjau uji laboratorium dari setiap sampel takjil yang dijual.

"Kita meyakinkan bahwa sebenarnya takjil yang dijual ini adalah betul-betul bebas dari pengawet atau pewarna," tutupnya.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved