Ramadan 2019

VIDEO Berkunjung ke Galeri Islam di Masjid Raya Al Azhom Tangerang

Momen Ramadan 1440 H dapat dirayakan dalam berbagai cara bersama keluarga dan orang tersayang terutama dalam menjelajahi wisata rohani.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Momen Ramadan 1440 H dapat dirayakan dalam berbagai cara bersama keluarga dan orang tersayang terutama dalam menjelajahi wisata rohani.

Sebagai kota Akhlakhul Kharimah, Kota Tangerang menyajikan sebuah destinasi wisata religi yang berada di pusat kota.

Destinasi religi tersebut berada di lantai dua Masjid Raya Al Azhom dengan nama Galeri Islam.

Galeri tersebut pun kian marak dikunjungi muda mudi yang ingin menelusuri lebih jauh lagi tentang sejarah islam, serba-serbi islam, hingga sejarah masuknya islam ke Tangerang.

Terlebih pada bulan suci Ramadan 1440 H.

Beribadah Sambil Wisata Rohani di Galeri Islam Masjid Raya Al Azhom Tangerang

Selesai Salat Jumat, Sandiaga Pekikkan Takbir di Pelataran Masjid Raya Al Azhom

Dishub Tangerang Antisipasi Kemacetan Saat Pengajian Ustaz Abdul Somad di Masjid Raya Al Azhom

Sebab, pada galeri yang berada di dua sisi Masjid Raya Al Azhom tersebut menyajikan berbagai macam informasi seperti bagaimana terbentuknya alam semesta, keadaan setelah mati dan sejarah islam dunia.

Semua disajikan dalam sebuah frame kayu berbalur lampu-lampu neon yang membuat semacam majalah dinding terlihat lebih mewah.

99 asmaul husna pun terpampang rapih berjejer di sepanjang Galeri Islam berikut tulisan latin dan artinya.

"Sekalian nunggu bedug maghrib sama memghindar macet, mending buka di Al Azhom sama lihat-lihat sejarah islam. Bagus juga ternyata," kata Handi bersama anaknya di Galeri Islam, Jumat (10/5/2019).

Untuk dapat menikmati wisata religi tersebut, jamaah tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.

Jemaah pun dibebaskan untuk duduk bersantai sambil beribadah di galeri islam, namun perlu diperhatikan tidak membuang sampah sembarangan karena terdapar karpet.

"Jarang di tengah kota ada wisata religi permanen gini bukan musiman. Adem, cuma agak berdebu saja mungkin kurang diperhatiin. Tapi informasinya semua jelas kayak perpustakaan," tutur Amri warga Pinang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved