Bitcoin Sekarang Lebih Transparan, Seluruh Transaksi Dapat Diakses

ABI bersama Perusahaan Konsultan Komunikasi KVB mengadakan program edukasi dan peningkatan pemahaman mengenai blockchain. Contohnya bitcoin.

Bitcoin Sekarang Lebih Transparan, Seluruh Transaksi Dapat Diakses
TRIBUNJAKARTA.COM/Lita Febriani
Direktur ABI Muhammad Deivito Dunggio saat kelas edukasi blockchain di Go Work Fx Sudirman, Jumat (10/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Perusahaan Konsultan Komunikasi KVB mengadakan program edukasi dan peningkatan pemahaman mengenai blockchain.

Teknologi blockchain sendiri merupakan teknologi pengiriman data, nilai maupun informasi secara instan tanpa perlu pihak ketiga.

Contoh dalam teknologi blockchain ialah bitcoin.

Penggunaan teknologi blockchain seperti bitcoin yang menyalahi aturan ialah pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Beberapa saat lalu, bitcoin lagi-lagi disalahgunakan untuk tujuan terorisme seperti kasus pendanaan bom bunuh diri di Sri Lanka pada Minggu Paskah, 21 April 2019.

Director of Asosiasi Blockchain Indonesia Muhammad Deivito Dunggio mengungkap bahwa saat ini akses mengenai transaksi bitcoin sudah terbuka.

Melalui situs www.blockchain.com semua orang bisa melihat kegiatan transaksi yang menggunakan bitcoin secara real time.

Hasil Kejahatan Ramyadjie untuk Belanja Bitcoin, hingga Warning OJK Soal Pembobolan Mesin ATM

Pria Asal Serpong Ini Pesan Ganja Cair dari Amerika Via Situs Gelap Pakai Bitcoin

Di Indonesia, mengantisipasi penyalahgunaan transaksi bitcoin, ABI telah bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Polri.

"Kalau dulu bitcoin menjadi salah satu transaksi untuk tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme. Tapi saat ini sudah tidak bisa, karena adanya keterbukaan transaksi. Dan kami sudah bekerjasama dengan PPATK dan Polri," tutur Direktur ABI Muhammad Deivito Dunggio saat kelas edukasi blockchain, Jumat (10/5/2019).

Teknologi blockhain sendiri sebenarnya terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Selama rentang tahun 2018 hingga 2019, pertumbuhan industri blockchain mencapai 30%.

Pesatnya pertumbuhan industri ini tentunya sangat memerlukan regulasi yang jelas dari pemerintah.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved