Pemilu 2019

Saksi NasDem Sebut Ada Penggelembungan Suara, Bawaslu Jaktim: Sebutkan TPS Mana

Laporan saksi Partai NasDem hari ini belum lengkap dan detail karena tak merinci TPS mana yang diminta dihitung ulang.

Saksi NasDem Sebut Ada Penggelembungan Suara, Bawaslu Jaktim: Sebutkan TPS Mana
TribunJakarta.com/Bima Putra
Pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Jakarta Timur, Jumat (10/5/2019 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Bawaslu Jakarta Timur meminta saksi Partai NasdDem memperbaiki laporan yang meminta KPU Jakarta Timur membongkar kotak suara dan menghitung suara di TPS Kecamatan Cipayung.

Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji menilai laporan yang diajukan saksi Partai NasDem hari ini belum lengkap dan detail karena tak merinci TPS mana yang diminta dihitung ulang.

"Semua keberatan kita terima, tapi harus ditelaah lagi, keberatannya itu apa. Kalau misalkan hitung ulang harus jelas, hitung ulangnya di TPS mana. Jadi tadi bahasa keberatannya kurang detail, harusnya kan detail," kata Sakhroji di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (10/5/2019).

Sakhroji mempertanyakan kenapa laporan baru diajukan sekarang, bukan kemarin saat proses penandatanganan berita acara (BA) sebelum logistik dikirim ke rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kota.

Dia meminta saksi partai Nasdem menjelaskan TPS mana saja yang mereka minta dilakukan penghitungan ulang karena menduga adanya lonjakan dan penurunan suara sejumlah partai.

"Ini kan sudah tandatangan BA, sudah tandatangan DA dan DA-1 pas tanggal 9. Tapi baru tanggal 10 keberatan muncul. Kalau misalkan mau keberatan harus detail dan spesifik. Karena saya kira saksi lain kan juga menerima penghitungan suara di tingkat kecamatan," ujarnya.

Bila saksi Partai Nasdem meminta dilakukan penghitungan ulang seluruh TPS, menurutnya permintaan tersebut tak mungkin dilakukan karena kini pleno rekapitulasi suara kota Jakarta Timur sudah molor.

Pasalnya KPU RI menargetkan pleno rekapitulasi suara tingkat Provinsi beres pada Minggu (12/5/2019), sementara pleno rekapitulasi Jakarta Timur menyisakan 6 kecamatan.

"Tidak mungkin menggeneralisir semua TPS hitung ulang. Apa alasannya? Kalau alasannya asumsi-asumsi kan enggak bisa, harus detail, clear. Harus diperbaiki keberatannya," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved