Sejarah Masjid Jami Kalipasir, Sudah Berdiri Sejak Tahun 1412 Hingga Awal Mula Islam Masuk Tangerang

Masjid Jami Kalipasir juga tepat berseberangan dengan Sungai Cisadane yang konon menjadi jalur utama perdagangan.

Sejarah Masjid Jami Kalipasir, Sudah Berdiri Sejak Tahun 1412 Hingga Awal Mula Islam Masuk Tangerang
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Masjid Jami Kalipasir yang merupakan masjid tertua di Tangerang sejak tahun 1412, Sabtu (11/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sekilas nampak tidak ada yang istimewa dari Masjid Jami Kalipasir, Kota Tangerang.

Namun, ternyata masjid yang berada di Jalan Raya Merdeka nomor 1 Kampung Kalipasir, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang tersebut menyimpan banyak sejarah unik.

Masjid yang didominasi warna hijau tersebut memang berlokasi sangat terpencil di dekat Pasar Lama Kota Tangerang bertetanggaan dengan Vihara Boen Tek Bio.

Masjid Jami Kalipasir juga tepat berseberangan dengan Sungai Cisadane yang konon menjadi jalur utama perdagangan negeri timur tengah ke asia pada abad ke-16.

TribunJakarta.com, mencoba menelusuri sejarah dibangunnya masjid Jami Kalipasir. Mantan dewan pengurus DKM Masjid Jami Kalipasir, Ahmad Syairodji mengatakan awal mula berdirinya masjid tersebut saat kedatangan Ki Tenggerjati pada 1412.

"Awalnya 1412 itu di sini hutan, lalu dari Kerajaan Galuh Kawali dari Jawa Barat beliau datang ke sini dan menetap sekaligus mendirikan gubuk kecil untuk istirahat sekaligus tempat ibadah mereka," jelas Syairodji pada Sabtu (11/5/2019) Ramadan 1440 H.

Mantan DKM Masjid Jami Kalipasir Ahmad Syairodji, Sabtu (11/5/2019).
Mantan DKM Masjid Jami Kalipasir Ahmad Syairodji, Sabtu (11/5/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Ia menjelaskan, kedatangan ki Tenggerjati tak lain dan tak bukan adalah untuk menyiarkan ilmu agama yang sudah ia dapatkan dari gurunya di Jawa Barat.

Padahal, menurut Syairodji, Ki Tenggerjati merupakan keturunan darah biru dari kerajaan Galuh Kawali namun, lebih senang hidup dengan kesederhanaannya.

Bahkan Ki Tenggerjati pun menetap di gubuk kecilnya tersebut selama empat tahun lamanya hingga jemaahnya pun semakin banyak yang diyakini menjadi cikal bakal Islam di Tangerang.

Halaman
123
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved