Breaking News:

Soal Koalisi Dikaitkan dengan Korupsi Hambalang, Demokrat: Arief Poyuono Harus Tanggung Jawab

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindoan meminta pimpinan Gerindra menegur Wakil Ketua Umum Arief Poyuono atas pernyataan dan tuduhan ke partainya.

Tribunnews.com
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindoan meminta pimpinan Gerindra menegur Wakil Ketua Umum Arief Poyuono atas pernyataan dan tuduhan ke partainya.

Melalui keterangan tertulis, Arief Poyuono mempersilakan Partai Demokrat keluar dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur karena tidak memiliki sikap politik yang jelas.

Jansen Sitindaon
Jansen Sitindaon (Layar tangkap Youtube Mata Najwa)

Arief menyinggung kasus dugaan korupsi proyek Hambalang yang hingga kini belum tuntas. Menurut Arief, SBY berusaha meminta jaminan hukum dari Presiden Joko Widodo

"Sebagai sesama rekan koalisi kami menyarankan kepada Gerindra untuk mengingatkan orang semirip Poyuono ini untuk tidak kalap dan kampungan," ujar Jansen melalui keterangan tertulis, Jumat (10/5/2019).

"Harusnya Mas Arief Poyuono ini berkaca diri ya, yang menurunkan suara Prabowo itu ya malah orang-orang sejenis Arief Poyuono ini. Kok malah menuduh kami," katanya.

Terkait tuduhan meminta perlindungan hukum atas kasus korupsi, Jansen menuturkan bahwa hal itu merupakan tuduhan yang sangat serius.

Menurut dia, Poyuono harus siap bertanggung jawab secara hukum atas tuduhannya itu. "Karena dia telah menuduh dua presiden sekaligus. Presiden Jokowi melakukan pembiaran hukum dan Presiden SBY korupsi," kata dia.

Dapat Pesan Berisikan Tudingan soal Anak PKI, Putra Jokowi: Orang Puasa Pasti Banyak Cobaan

Ponsel Berdering 10 Kali sampai Disusuli Ayah, Ini Kalimat Terakhir Kasir Minimarket Sebelum Tewas

 Lantas, Jansen mempertanyakan apakah tuduhan Poyuono tersebut mewakili pikiran Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra atau tidak.

Bila tuduhan Poyuono itu mewakili Prabowo, Jansen menganggapnya sebagai persoalan yang serius.

Namun, jika tidak mewakili Prabowo, Jansen meminta Gerindra menegur Poyuono dan meminta maaf.

"Pertanyaan kami, pikiran Poyuono menuduh keluarga SBY korupsi ini mewakili pikiran Prabowo selaku Ketua Umum Gerindra dan pimpinan koalisi atau tidak?" tuturnya.

Simak Aturan Penerimaan Siswa Baru untuk TK Sampai SMA, Jangan Sampai Keliru!

Siswa Bekasi Dapat Nilai UN Sempurna, Dipasukha Edbert Sempat Raih Prestasi di Olimpiade Sains

Halaman
1234
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved