Breaking News:

Kecelakaan Taksi Online Remuk Dihajar Kereta di Pagedangan, Korban Selamat Alami Kondisi Kritis

Amsar masih duduk di pelataran rumahnya setelah melepas anak-anak dan cucu serta keponakannya naik taksi online pergi jalan-jalan sekira pukul 13.00

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Istimewa/dokumentasi Polres Tangerang Selatan
Mobil kia Picanto yang menabrak Kereta api di kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang sekira pukul 13.00 WIB pada Sabtu (11/5/2019). 

Setelah berhasil dibuka, hampir seluruhnya bersimbah darah. Benturan keras kereta Parung Panjang - Tanah Abang membuat delapan orang termasuk sopir tak sadarkan diri.

Anis, Adinda dan Nadia meninggal dunia di tempat. Sedangkan Patia sempat dibawa ambulans namun nyawa bayi itu tak tertolong.

Saat ini Maryanah dan Veni dirawat di Rumah Sakit Hermina Serpong, sedangkan Maya dirawat di sebuah rumah sakit di Cawang, Jakarta Timur.

Kabar terakhir, sang sopir taksi online, Darmawan Susanto (43) dirawat di rumah sakit di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, dekat dengan rumahnya.

Hampir semua yang dirawat, mengalami luka benturan keras di bagian kepala, dan mereka seluruhnya dirawat di ICU.

Kondisinya memprihatinkan, bahkan Maryanah masih belum sadar sampai 24 jam pasca kejadian.

"Istri sampai sekarang belum sadar. Veni katanya gegar otak. Pokoknya bagian kepala," ujarnya.

Kabar yang Amsar dengar bahkan anaknya, Veni, mengalami pergeseran otak.

"Ada yang katanya si Veni otak geser posisinya," ujarnya.

Dalam kesedihan, Amsar masih bersyukur karena biaya pengobatan keluarganya ditanggung Jasa Raharja.

Selain itu ia juga berterima kasih kepada banyak pihak yang cepat membantu termasuk dari komunitas ojek dan taksi online yang mencarikan kamar kosong rumah sakit untuk keluarganya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved