Kelar Diperiksa Bawaslu, Saksi Kunci Serangan Fajar di Lubang Buaya 'Menghilang'

Menurutnya JL sudah 'menghilang' sejak pertengahan April lalu atau tak lama saat pertama kali diperiksa Bawaslu Jakarta Timur

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua RW 10 Kelurahan Lubang Buaya, Sutarlan saat menunjukkan barang bukti serangan fajar di wilayahnya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (18/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Ketua RW 10 Kelurahan Lubang Buaya Sutarlan membenarkan bila JL selaku koordinator pembagian uang dalam serangan fajar yang diduga melibatkan Caleg DPRD DKI berinisial MNT dari PPP.

Namun Sutarlan tak mengetahui pasti ke mana pria yang juga merupakan Ketua KPPS satu TPS di RW 10 itu pergi karena tak berpamitan dengan tetangga sekitar.

"Memang sampai sekarang enggak ada di rumah, yang bersangkutan sudah dipanggil Bawaslu tapi enggak hadir," kata Sutarlan di Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (12/5/2019).

Menurutnya JL sudah 'menghilang' sejak pertengahan April lalu atau tak lama saat pertama kali diperiksa Bawaslu Jakarta Timur terkait kasus yang terjadi.

Menghilangnya JL menimbulkan tanda tanya besar di lingkungan warga RW 10 yang pada pemungutan suara lalu diberi Rp 100 ribu per orang agar memilih MNT.

"Waktu itu kan sempat diperiksa sama Bawaslu, nah habis diperiksa Bawaslu besoknya langsung enggak kelihatan lagi. Sekitar tanggal 20 itu dia sudah pergi," ujarnya.

Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji mengatakan menghilangnya JL menghambat proses penyelidikan kasus yang menyasar 1.427 warga RW 10 pada pemungutan suara lalu.

Pasalnya SN yang yang diduga merupakan bendahara PPP tingkat Kota Jakarta Timur sudah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan Bawaslu.

Anies Baswedan Bakal Renovasi Masjid Istiqlal Agar Jadi Destinasi Wisata

Kivlan Zen & Arief Poyuono Soal SBY hingga Koalisi, Ini Tanggapan Demokrat dan Gerindra

Surat Pencegahan Terhadap Kivlan Zen Dibatalkan, Polisi Ungkap Alasannya

Merujuk hasil pemeriksaan awal terhadap JL dan sejumlah saksi, SN merupakan sosok yang menyerahkan uang Rp 142 juta kepada JL lalu membagikannya ke warga.

"Saksi kunci yang dipanggil dua kali tapi enggak hadir JL dan SN. JL sudah tiga kali dipanggil tapi enggak datang, bahkan saya sudah ke rumahnya tapi di rumahnya enggak ada," kata Sakhroji, Jumat (10/5/2019).

Serangan fajar di RW terkuak setelah warga yang tak kebagian uang melapor ke Sutarlan lalu kemudian membuat laporan resmi ke Bawaslu Jakarta Timur.

Barang bukti yang diamankan Bawaslu Jakarta Timur yakni sisa uang yang belum dibagikan ke warga dan bukti tanda terima bahwa JL menerima uang sekitar Rp 142 juta dari SN.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved