Diancam Kepala Bakal Dipenggal, Jokowi Bilang Sabar, TKN: Harus Diberi Pelajaran

Dalam video tersebut, HS selaku peserta aksi demonstrasi di depan Bawaslu, berteriak dengan jelas dan lantang mengancam siap memenggal kepala Presiden

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Wahyu Aji
Instagram @jokowi
Jokowi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok pemuda HS pelaku yang mengancam penggal kepala Presiden Jokowi menuai perhatian publik.

Hal tersebut lantaran HS telah menyampaikan ancaman kekerasan terhadap keselamatan Presiden Jokowi.

HS menyampaikan ancamannya melalui sebuah video yang beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, HS selaku peserta aksi demonstrasi di depan Bawaslu, berteriak dengan jelas dan lantang mengancam siap memenggal kepala Presiden Jokowi.

Bahkan ancaman tersebut dia sampaikan dengan mimik dan gesture yang serius lewat sebuat niat yang ia janjikan secara terbuka.

Dengan viralnya video tersebut membuat sosok HS ditangkap oleh polisi dan dikenakan pasal makar.

HS dikenakan pasal makar lantaran dianggap telah mengancam keamanan negara dan memiliki niat untuk membunuh kepala negara.

Respon Jokowi Soal Pria Ancam Penggal Kepalanya, Hingga Pelaku Bolos Kerja Demi Ikut Demo di Bawaslu

Pemuda Ancam Penggal Jokowi Terancam Hukuman Mati, BPN: Dia Tak Punya Niat Jahat, Hanya Emosional

"Tersangka dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena yang bersangkutan diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden," ujar Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi dilansir dari Tribunnews.com.

Dalam pasal 104 KUHP berbunyi, perbuatan makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Saat ini pemuda HS yang beralamat di Palmerah telah ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor pada Minggu pagi (12/5).

Tanggapan Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, terutama di bulan Ramadan agar tidak mudah mudah terpancing emosi oleh isu-isu provokatif.

Ajakan tersebut disampaikan Presiden untuk menanggapi adanya ancaman terhadap dirinya yang viral di media sosial belakangan ini.

Reaksi Menohok Rafathar Kerap Diminta untuk Salat, Raffi Ahmad Sampai Ingin Daftarkan ke Pesantren

Balasan Kaesang saat Gerai Markobar dan Jokowi Diperbincangkan Tuai Pujian, Gibran Jawab Singkat

"Ini kan bulan puasa. Kita semua puasa, yang sabar," ujar Presiden selepas meresmikan tol Pandaan-Malang di Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/5/2019).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved