Pemilu 2019

Manfaatkan Metode Sainte Lague, PSI Dapatkan Banyak Kursi di DPRD Tangsel

PSI menunjukkan kejuatan pada Pileg 2019 untuk tingkat kota di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) dengan menyabet empat kursi.

Manfaatkan Metode Sainte Lague, PSI Dapatkan Banyak Kursi di DPRD Tangsel
Tribunjakarta.com/Afriyani Garnis
Ilustrasi Ketua Umun PSI Grace Natalie Louisa ketika memberikan hak suaranya di TPS 039, Pluit, Jakarta Utara. Rabu (17/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - PSI menunjukkan kejuatan pada Pileg 2019 untuk tingkat kota di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) dengan menyabet empat kursi.

Dengan empat kursi, PSI sudah bisa membentuk satu fraksi di DPRD.

Terlebih, PSI bisa disebut menggeser partai besar seperti Nasdem dan PPP nihil perolehan kursi dan Hanura yang turun drastis dari enam kursi menjadi satu kursi.

Sekretaris DPD PSI Tangsel, Ferdiansyah, mengatakan, PSI menggunakan strategi yang relatif sama seperti temu muka, memanfaatkan alat peraga kampanye dan media sosial.

PSI mengaku tidak menggunakan cara-cara busuk semacam politik uang untuk mendapatkan suara masyarakat.

PPP dan Nasdem Tenggelam, PSI Dapat 4 Kursi, Begini Konstelasi Kursi Dewan di Tangerang Selatan

Betty Epsilon Idroos Sebut Tiga Kecamatan di Jakarta Timur Belum Rampung Rekap Suara

Terungkap Hasil Autopsi Vera Oktaria Diduga Dibunuh Kekasihnya, Ada Dugaan Disiksa Sebelum Tewas

"Iklan-iklan PSI yang dibuat oleh DPP kami rasa cukup ampuh untuk dapat mendapatkan popularitas dan elektabilitas PSI di Tangsel," jelas Ferdiansyah melalui aplikasi pesan singkat, Senin (13/5/2019).

Selain perolehan suara, yang menarik dari PSI adalah, caleg yang mendapat kursi hanya mendapat perolehan suara pribadi yang relatif kecil.

Hal itu bisa dilihat dari perolehan Ferdiansyah yang mendapatkan kursi di dapil Pamulang hanya dengan perolehan 1.112 suara.

Sedangkan caleg di Partai Golkar yang mendapat suara lebih dari 3.000 tidak mendapat kursi, seperti Rangga Nurkusuma dengan 3.779 suara.

Hal itu karena KPU menetapkan cara penentuan jumlah kursi yang didapat partai menggunakan metode Sainte Lague.

Metode itu membuat perolehan kursi ke dua dan selanjutnya lebih berat karena jumlah total perolehan suara partai dan caleg dibagi bilangan ganjil.

Ketua DPD PSI Tangsel, Andreas Arie, menjelaskan, pihaknya memang sudah mengkaji metode Sainte Lague.

Hal itu pun dimasukkan dalam pandangan PSI dalam kontestasi berebut kursi dewan pada pesta demokrasi 2019 itu.

"Ya secara umum hal ini sudah kita analisa, sehingga kita menerapkan strategi yang pas agar sesuai dengan metoda penghitungan tersebut," terang Andreas.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved