Breaking News:

Pemilu 2019

Pleno Rekapitulasi Suara Jakarta Timur Sisakan 3 Kecamatan

Pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat kota Jakarta Timur masih terus bergulir memenuhi target KPU dan segera bergabung dengan pleno KPU DKI.

Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Komisioner KPU Jakarta Timur Divisi Teknis Penyelenggaraan, Suhanda di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (13/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULO GADUNG - Pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat kota Jakarta Timur masih terus bergulir guna memenuhi target KPU dan segera bergabung dengan pleno KPU DKI.

Rekapitulasi suara Pemilu 2019 digelar di gedung KNPI Rawamangun.

Komisioner KPU Jakarta Timur Divisi Teknis Penyelenggaraan, Suhanda mengatakan hingga siang ini pleno menyisakan tiga dari 10 kecamatan yakni Duren Sawit, Cakung, dan Pulo Gadung.

"Semuanya sudah rekap tingkat DAA1-nya, nanti ada yang mau rekap tingkat kecamatan DA1. Kalau di Pulogadung mau rekap DA1 sekitar jam 12 jam 1 lah. Terus di Cakung sedang perapihan logistik," kata Suhanda di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (13/5/2019).

Sementara Duren Sawit yang penghitungan suara terkendala sempitnya gedung tempat rekapitulasi juga sedang menghadapi proses administrasi sebelum dikirim ke tingkat kota.

Suhanda menuturkan pleno rekapitulasi Kota Jakarta Timur paling cepat rampung malam ini dan paling lambat berakhir besok lalu dikirim ke tingkat DKI.

"Saya sudah jadwal, hari ini siang kalau enggak salah jam 2 jam 3 an itu kemungkinan Cakung masuk. Pulogadung saya pikir nanti malam masuk. Mungkin besok karena Duren Sawit agak lambat baru loading," ujarnya.

KPU DKI Masih Verifikasi Data Anggota KPPS yang Meninggal

Dilaporkan Atas Penggelembungan Suara, KPU Jakarta Timur: Tunjuk Hidung Kita, Siapa yang Bermain

Enam kecamatan yang hasil penghitungannya sudah disahkan di tingkat kota yakni Jatinegara, Kramat Jati, Ciracas, Matraman, Cipayung, dan Pasar Rebo.

Suhanda menyebut molornya pleno rekapitulasi karena banyaknya jumlah TPS dan pemilih di Jakarta Timur, sehingga butuh waktu lebih lama dibanding kota lain.

"Kendala itu ada teknis dan non teknisnya. Non teknisnya itu teman-teman kelelahan, terus kurang sumber daya. Kalau buka kelas kan tentu tambah orang, tambah operatornya, tambah yang ngetik, begitu pula komputernya," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved