Polisi Jacklyn yang Tangkap Pengancam Jokowi Pernah Tertembak & Jadi Korban Pecah Kaca, Ini Kisahnya

Aiptu Zakaria atau lebih dikenal dengan sebutan Jacklyn Choppers atau Bang Jack yang turut ambil peran dalam penangkapan pria pengancam Jokowi.

Polisi Jacklyn yang Tangkap Pengancam Jokowi Pernah Tertembak & Jadi Korban Pecah Kaca, Ini Kisahnya
TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH
Bripka Zakaria atau lebih dikenal dengan nama Jacklyn Choopers terlihat sedang berbelanja aneka takjil di Pasar Bendungan Hilir Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019). 

"Kalau mereka (tim lidik) memang tidak boleh terlihat. Bagian lidik bagian yang nyari informasi, kalau saya bagian yang nangkap. Jadi enggak ada masalah (didokumentasikan dalam video)," ujar Aiptu Zakaria.

Bripka Zakaria atau lebih dikenal dengan nama Jacklyn Choopers
Bripka Zakaria atau lebih dikenal dengan nama Jacklyn Choopers (TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH)

Dalam video-videonya itu, lanjutnya, kerap juga ada edukasi kepada masyarakat mengenai kasus-kasus yang sedang ditangani.

Misalnya, kasus penipuan di mana seseorang ada yang mengaku sebagai polisi.

Biasanya, banyak TKI yang tertipu saat melihat foto seseorang yang mengaku polisi itu di Facebook atau Instagram.

"Jadi diberikan edukasi, agar masyarakat hati-hati, cek dan ricek," ujarnya.

Pernah Tertembak 11 Peluru

Selama mengabdi untuk negara sebagai polisi, tentu saja jalan yang dilalui Aiptu Jakaria tentu saja tak selalu mulus.

Pada tahun 2007, dia pernah tertembak 11 peluru oleh pelaku kejahatan, bahkan dari jarak dekat.

Dia bercerita, kejadiannya adalah di Cipacing, Rancaekek.

Pada saat itu, dia dan unitnya sedang melakukan penggerebekan perampok mesin pengisi ATM senilai Rp 2,8 miliar.

"Kejadiannya (perampokannya) sih di Cawang, tapi kita melakukan pengejaran. Sebagian sudah tertangkap, (lalu) ada yang kabur ke Rancaekek. Kita kejar, dari situ dilakukan penangkapan, terjadilah baku tembak," ujar Aiptu Jakaria.

Dia pun menceritakan detik-detik kejadian penembakan itu.

Saat itu, komandannya memang sudah mencurigai, mobil yang terparkir adalah mobil si pelaku.

Saat komandannya turun, Aiptu Jakaria juga ikut turun, berinisiatif untuk back up.

"Akhirnya sudah, saya mendekat. Ternyata pelaku di dalem sudah siap dengan senjata api. Peluru masuk sih berasa. Ternyata kena 11 peluru. Pelaku mati (di tempat) kita berikan tindakan tegas," ujarnya.

Lantaran cedera parah, dia pun akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Saat di rumah sakit itu, bahkan komandannya sampai menangis.

"Pada saat waktu itu, komandan pada nangis karena saya ngobrol darah sudah keluar terus. Saya bilang, "komandan enggak usah nangis, saya enggak akan mati". (Saya yakin engggak akan mati) karena syahadat lancar, karena setahu saya kalau di sinetron, kalau syahadat enggak lancar sudah pasti mati itu," ujar Aiptu Jakaria sembari tertawa.

Pernah jadi korban pecah kaca

Jacklyn Choopers pernah menjadi korban kejahatan dengan modus pecah kaca.

Hal itu menimpa mobilnya.

Saat itu, Jacklyn Choopers lebih dulu membagikan video CCTV detik-detik seorang pria melakukan aksi pecah kaca mobil.

"Detik-Detik Pelaku Pecah Kaca Beraksi Di Pinggir Jalan Raya Serpong- Tangerang Selatan.

PERTANYAANNYA: Mobil Siapakah Yang Menjadi Korban Pelaku Pecah Kaca Tersebut ???," tulis Jacklyn Choopers, Kamis (2/5/2019).

Esok harinya ia kembali membagikan video kondisi mobilnya.

"POLISI JADI KORBAN PELAKU PECAH KACA"

Kejahatan Bisa Terjadi Kepada Siapapun Termasuk Polisi. (Nahhh...Gue Nich Polisi Yang Jadi Korbannye.ahahahah ..Maka Waspadalah...Waspadalah...!!!" tulisnya, Jumat (3/5/2019).

Dalam video itu, ia pun mengatakan bahwa dua ponsel yang ada di dalam mobilnya hilang.

Selang beberapa hari, pelaku pecah kaca itu berhasil ditangkap.

Detik-detik penangkapan pelaku pun ia bagikan di Instagram dan kanal YouTubenya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved