Polisi Sebut Wanita Perekam Video Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi Bukan Guru SD di Sukabumi

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo angkat suara terkait perekam video pria ancam penggal kepala Jokowi.

Polisi Sebut Wanita Perekam Video Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi Bukan Guru SD di Sukabumi
Kompas.com/DOK. POLRES SUKABUMI KOTA
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo (kiri kedua) saat jumpa pers di kantor Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019) malam. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo angkat suara terkait perekam video pria ancam penggal kepala Jokowi.

Susatyo menegaskan wanita perekam video pria ancam penggal kepala Presiden Joko Widodo bukan guru SDN Citamiang 1, Kota Sukabumi.

Polres Sukabumi Kota telah mengklarifikasi terkait viralnya video ancaman akan penggal kepala Jokowi pada aksi unjuk rasa di Jakarta dan tersiar bahwa pelaku perekaman bernama Agnes Kusuma Handari, wanita asal Sukabumi.

"Atas viralnya berita tersebut, Ibu Agnes secara sukarela menghubungi Polres Sukabumi Kota Minggu malam untuk dilakukan klarifikasi bahwa wanita tersebut bukan dirinya," kata Susatyo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin (13/5/2019) subuh.

Dia menjelaskan, hasil klarifikasi bahwa Agnes Kusuma Handari berusia 53 tahun bekerja sebagai guru SDN Citamiang 1.

Sedangkan suaminya, Asep Agus Isnandar, berusia 67 tahun dengan pekerjaan sebagai karyawan swasta.

Pasangan suami istri ini beralamat di Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Dari hasil keterangan, pada Jumat, 10 Mei 2019, yang bersangkutan berada di SDN Citamiang 1 Kota Sukabumi dari pukul 07.30 sampai pukul 14.00 WIB.

"Selanjutnya belanja di toko perabotan Jalan Pelabuhan Dua disertai barang bukti struk belanja. Dari sana, langsung pulang ke rumah, tidak ke Jakarta," jelas Susatyo.

Menurut dia, hasil analisa dan klarifikasi bahwa data yang viral bukan Agnes Kusuma Handari.

"Dimungkinkan hanya memiliki kemiripan muka, sehingga menjadi viral," ujar dia.

Diringkus Polisi karena Ancam Penggal Jokowi, Rencana HS Menikah Usai Idul Adha Terancam Batal

Kesaksian Ketua RT di Palmerah Soal Keseharian Pria Ancam Penggal Jokowi

Langkah polisi, katanya, memberikan penjelasan melalui media agar tidak terjadi persekusi oleh pihak-pihak tertentu.

Dia juga mengimbau agar para netizen lebih cerdas dalam mengunggah konten yang belum jelas kebenarannya.

"Bila memiliki informasi agar disampaikan secara langsung kepada kepolisian untuk diklarifikasi, bukan di-share di medsos, karena dapat berdampak pada kondusivitas," ujar Susatyo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi: Perekam Video Viral Ancam Penggal Jokowi Bukan Wanita Sukabumi",

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved