Info Mudik 2019

Tips Membeli Mobil Bekas untuk Mudik Lebaran, Jangan Terpancing Harga Murah dan Tertipu Odometer

Halomoan Fischer, Presiden Direktur mobil88, mengatakan bahwa sebaiknya membeli mobil bekas dilakukan di tempat yang terpercaya.

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
KOMPAS.com/ Ryana Aryadita
Kolong tol Becakayu dijadikan tempat berjualan mobil bekas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tiga minggu jelang Lebaran, banyak masyarakat Indonesia yang melakukan persiapan mudik, salah satunya dengan membeli mobil bekas.

Namun, membeli mobil bekas juga jangan sampai terpancing dari harganya saja.

Halomoan Fischer, Presiden Direktur mobil88, mengatakan bahwa sebaiknya membeli mobil bekas dilakukan di tempat yang terpercaya.

Sehingga, tidak ada perasaan khawatir ketika menggunakannya untuk mudik.

"Belilah dari tempat yang terpercaya, yang kita tahu persis mobilnya tidak bermasalah. Apalagi jika mobilnya akan dipakai untuk mudik Lebaran yang perjalanannya jauh. Kalau mobilnya bermasalah, kan kasihan," ujar Fischer, kepada Kompas.com, Kamis (9/5/2019).

Fischer menambahkan, segmen mobil bekas sekarang ini kebanyakan ada di mobil-mobil dengan kisaran harga Rp 160 jutaan atau di bawah Rp 200 jutaan.

Pembelinya lebih banyak anak muda yang baru berkeluarga.

"Kasihan kan kalau mogok di jalan, nanti anak istrinya kepanasan di jalan. Anaknya juga pasti masih kecil-kecil," kata Fischer.

Fischer kembali mengingatkan kepada semua masyarakat yang ingin membeli mobil bekas untuk jangan tertipu melihat odometer.

Pasalnya, odometer mudah atau bisa untuk dimanipulasi.

Sebelum membeli, pastikan mengecek semua kondisi kendaraan, termasuk bagian mesin, pendinginan, sampai kaki-kaki.

Lebih amannya, bawa kendaraan itu ke bengkel resmi atau terpercaya, untuk mengetahui kondosi mobil sedetail mungkin. (Donny Dwisatryo Priyantoro)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tips Beli Mobil Bekas buat Dipakai Mudik Lebaran"

Pemburu mobil bekas meningkat

Dealer mobil bekas di kawasan Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat. Jumat (7/9/2018).
Dealer mobil bekas di kawasan Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat. Jumat (7/9/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS)

Meski banyak mobil baru bermunculan, penjualan mobil bekas diklaim tetap tidak terganggu.

Khususnya untuk Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, kedua model ini masih mendominasi pasar mobil bekas.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Halomoan Fischer, Presiden Direktur mobil88, saat peluncuran aplikasi mobil88 e-store di Gandaria City, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

"Kebanyakan yang paling laku itu tipe tengahnya. Tapi antara matic atau manual, itu tergantung. Tinggal dicek saja penjualannya lebih banyak yang mana," ujar Fischer.

Jelang Lebaran, di bulan puasa ini penjualan mobil bekas biasanya meningkat. Hal ini dikarenakan banyak orang yang membutuhkan kendaraan untuk mudik ke kampung halaman.

Baca: Fitur 360 View Jadi Andalan Aplikasi Jual Beli Mobil Bekas Ini Tarik Minat Konsumen

Apalagi, jalur tol Trans Jawa sudah beroperasi. Diyakini jumlah pemudik yang menggunakan mobil pribadi atau bus pun akan bertambah.

"Minggu pertama puasa biasanya selalu sepi pembeli. Tapi nanti akan mulai naik itu di minggu kedua sampai minggu ketiga," kata Fischer.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pasar Mobil Bekas Jelang Lebaran Didominasi Avanza dan Xenia" 

90 persen calon pembeli cari lewat online

Sejumlah kendaraan yang dipamerkan disebuah tempat penjualan mobil bekas yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (9/9/2018).
Sejumlah kendaraan yang dipamerkan disebuah tempat penjualan mobil bekas yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (9/9/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Pembeli mobil bekas punya karakteristik berbeda dengan mobil baru.

Konsumen di segmen ini dituntut lebih jeli dari segala hal, supaya nantinya tidak menyesal di kemudian hari membeli mobil yang salah.

Mobil88 yang kini membuka toko online lewat aplikasi mobil88 e-store punya tantangan lebih dalam menggaet calon pembeli.

Sebab masyarakat kita masih terikat kebiasaan lama yaitu melihat dan menyentuh wujud asli.

Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88, mengatakan, karena basis online tidak bisa melihat dan menyentuh barang, perusahaan punya cara supaya calon pembeli bisa tertarik kepada produk yang dijajakan.

"Standar foto. Kita perhatikan kualitas. Kalau kita bicara foto saja kualitasnya jelek bingung orang. Ini sebetulnya mobilnya bagus atau tidak, bayangannya di mana-mana. Kemudian kami punya fitur 360 view untuk interior, jadi ada digital experience-nya," kata Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88 di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Baca: Kenapa Orang Indonesia Lebih Suka Beli Ponsel di Toko ketimbang Online?

Fischer menekankan, pengalaman digital akan mempunyai peran penting dalam penyusunan keputusan calon pembeli.

Sebab saat ini hal yang pertama kali dilakukan calon pembeli mobil bekas yaitu mencari lewat daring.

"Sembilan puluh persen mereka mencari lewat online yang pertama. Tapi setelah itu prosesnya terus menurun. Karena itu standar foto penting, kami coba menampilkan kendaraan sebaik-baik kondisi aslinya yang ada," katanya.

Pun demikian dengan tambahan fitur 360 view pada interior.

Fischer mengatakan salah satu cara ampuh mengecek mobil bekas bagus atau tidak dengan melihat interior.

Karena itu fitur ini akan sangat berguna untuk calon pembeli.

"Salah satu tips bagaimana kita tahu bahwa mobil itu terawat kita lihat dari interior. Kalau interior bersih berarti si pemilik menjaga mobilnya. Kita kasih 360 view di interior supaya mereka bisa lihat semuanya, dari plafon, kursi, kursi belakang," kata Fischer.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cara Mobil88 Meyakinkan Pembeli Mobil Bekas via Online " 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved