Pileg 2019

Analisa Pengamat NasDem dan PPP Tak Dapat Kursi DPRD Kota Tangsel: Digembosi PSI Hingga Efek Romy

Terlebih pada periode dewan sebelumnya, PPP memiliki dua kursi termasuk yang diduduki sang ketua DPC, Eeng Sulaiman.

Analisa Pengamat NasDem dan PPP Tak Dapat Kursi DPRD Kota Tangsel: Digembosi PSI Hingga Efek Romy
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
anggota dewan saat sidang paripurna di gedung DPRD Tangsel yang masih dalam pengerjaan alias belum jadi, di jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangsel, Senin (26/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - NasDem dan PPP benar-benar menjadi fenomena pada Pileg 2019 di tingkat kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Pasalnya, berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kota, dua partai itu tidak dapat kursi alias nihil di DPRD Tangerang Selatan.

Seperti diketahui, partai berlambang Ka'bah itu adalah partai besar dengan basis pemilih muslim yang kuat.

Terlebih pada periode dewan sebelumnya, PPP memiliki dua kursi termasuk yang diduduki sang ketua DPC, Eeng Sulaiman.

Sedangkan penghuni satu kursi lainnya, Ratu Chumairoh Noor, memilih hengkang dari PPP dan maju lewat Demokrat.

Nahasnya Eeng dan Chumairoh gagal melenggang untuk periode selanjutnya.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarrok, mengatakan, jebloknya perolehan PPP karena konflik internal dan terpengaruh Romahurziy alias Romy efek.

Seperti diketahui, PPP sempat terbelah dan terbagi dua kepengurusan. Konflik internal semacam itu juga berpengaruh pada mesin politik di tingkat kota.

PPP dan Nasdem Tenggelam, PSI Dapat 4 Kursi, Begini Konstelasi Kursi Dewan di Tangerang Selatan

Terlebih, Romy, mantan ketua umum PPP yang terjaring OTT KPK saat Pemilu mulai panas, membuat partai itu kehilangan keparcayaan.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved