Pileg 2019

Analisa Pengamat NasDem dan PPP Tak Dapat Kursi DPRD Kota Tangsel: Digembosi PSI Hingga Efek Romy

Terlebih pada periode dewan sebelumnya, PPP memiliki dua kursi termasuk yang diduduki sang ketua DPC, Eeng Sulaiman.

Analisa Pengamat NasDem dan PPP Tak Dapat Kursi DPRD Kota Tangsel: Digembosi PSI Hingga Efek Romy
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
anggota dewan saat sidang paripurna di gedung DPRD Tangsel yang masih dalam pengerjaan alias belum jadi, di jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangsel, Senin (26/11/2018) 

"PPP didera konflik-konflik internal. Belum lagi isu korupsi yang menerpa sang ketua umum Romy ternyata berdampak pada elektabilitas caleg dan partainya yang merosot tajam," kata Zaki saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (14/5/2019).

Sedangkan NasDem di Tangsel seperti menjadi anomali. Ketika di tingkat nasional, partai besutan Surya Paloh itu tengah moncer, tapi di Tangsel justru mengalami penurunan drastis.

Periode sebelumnya, NasDem memiliki tiga kursi di dewan Tangsel, tapi pada pemilihan ini, tidak ada sama skelai.

Zaki melihat, NasDem berhasil digembosi PSI yang meroket dengan perolehan empat kursi.

Pasar pemilih dan jargon yang relatif sama, PSI dianggap lebih segar dan mampu merealisasikan restorasi dalam kerja politiknya.

"NasDem dulu mengusung ide-ide restorasi, tapi setelah dikekuasaan gagal merealosasikan, ide-ide NasDem ini yang sekarang diambil alih PSI," katanya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved