Polemik Ratna Sarumpaet

Cuma Demi Tutupi Malu karena Operasi Plastik dan Sedot Lemak, Ratna Sarumpaet Lebih Mengaku Dianiaya

Ratna Sarumpaet melakukan penyebaran berita bohong dikarenakan dirinya mengaku malu telah menjalani operasi sebanyak empat kali.

Cuma Demi Tutupi Malu karena Operasi Plastik dan Sedot Lemak, Ratna Sarumpaet Lebih Mengaku Dianiaya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais selaku saksi berbincang dengan terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (4/4/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan dari empat orang saksi salah satunya yaitu Amien Rais. 

"Tentu fakta yang kita maksud yang terkait unsur-unsur dakwaan," kata Daroe.

Lebih baik mengaku dipukuli karena malu

Dipukuli orang tak dikenal menjadi alasan Ratna Sarumpaet untuk berbohong.

Namun, terdakwa kasus Penyebaran hoaks itu mengaku tidak memiliki alasan khusus menggunakan alasan tersebut.

Ia menilai, dipukuli merupakan alasan paling masuk akal jika melihat kondisi wajahnya yang lebam.

"Karena yang paling mendekati kondisi muka saya adalah penganiayaan. Mungkin juga karena saya panik," ujar Ratna saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak, Selasa (14/5/2019).

Ia memikirkan alasan tersebut saat hendak pulang dari RS Bina Estetika, tempatnya melakukan operasi wajah, pada 24 September 2018.

Ia pun mengirimkan foto wajah lebamnya via aplikasi WhatsApp kepada seorang stafnya, Rubangi.

"Saya kirimkan ke staf saya waktu saya pulang. Saya kirim ke Rubangi. Rubangi tanya kenapa. Nah itu pertama kali saya berbohong kalau saya dipukuli orang," ujarnya.

Awalnya, Ratna enggan berkata jujur tentang operasi wajah yang dijalani, lantaran merasa malu sudah berulang kali melakukannya.

Sejak usia 65 tahun, Ratna telah lima kali melakukan operasi wajah.

"Walaupun saya sudah beberapa kali operasi, tapi yang terakhir saya merasa sudah umur, jadi saya malu dan berusaha menutupi," ucap Ratna.

Syok foto mukanya lebam viral

Terdakwa kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).
Terdakwa kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Aktivis Ratna Sarumpaet mengaku kaget saat mengetahui foto wajah lebamnya viral di media sosial.

Ia merasa tidak pernah mengunggah foto wajah lebamnya ke media sosial mana pun.

"Saya shock, saya tidak pernah upload foto itu ," katanya saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak, Selasa (14/5/2019).

Bahkan, Ratna kaget ketika Wakil Ketua BPN, Nanik S Deyang memposting foto wajahnya dan mendapatkan respons dari banyak netizen.

"Nanik ngobrol sama saya dan dimasukan ke Facebook, tiba -tiba dia bilang sudah di like 95 orang. Saya nggak pernah kasih izin dan nggak ada yang izin ke saya," jelasnya.

 Ratna Sebut Mengaku Dianiaya Lebih Cocok Gambarkan Kondisi Wajahnya Usai Operasi

Ratna mengatakan, ia cuma mengirimkan foto wajah lebamnya kepada stafnya yakni Rubangi, ajudan Djoko Santoso, Fadli Zon, Rocky Gerung, dan Said Iqbal.

"Tanggal 26 (September 2018) saya kirim ke Rocky Gerung. Fadli Zon tanggal 30, dan Said Iqbal tanggal 28," ujar Ratna.

Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika foto lebam wajah Ratna Sarumpaet beredar luas di media sosial.

Kepada beberapa pihak, Ratna mengaku jadi korban pemukulan orang tidak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Belakangan, Ratna mengklarifikasi bahwa berita penganiayaan terhadap dirinya adalah bohong.

Foto Wajah Lebamnya Viral, Ratna Sarumpaet: Saya Syok

Muka lebamnya bukan disebabkan penganiayaan, melainkan karena operasi plastik.

Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (TribunJakarta.com/Kompas.com)

Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved