Polemik Ratna Sarumpaet

Hakim Sebut Ratna Sarumpaet Menghindar Saat Ceritakan Kronologi Kebohongan

etua Majelis Hakim sidang kasus penyebaran hoaks, Joni, meminta terdakwa Ratna Sarumpaet menjelaskan secara detail tentang kronologi kebohongan.

Hakim Sebut Ratna Sarumpaet Menghindar Saat Ceritakan Kronologi Kebohongan
TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Terdakwa kasus penyebaran hoaks, Ratna Sarumpaet, saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak, Selasa (14/5/2019). 

"Saya kirimkan ke staf saya waktu saya pulang. Saya kirim ke Rubangi. Rubangi tanya kenapa. Nah itu pertama kali saya berbohong kalau saya dipukuli orang," ujarnya.

Awalnya, Ratna enggan berkata jujur tentang operasi wajah yang dijalani, lantaran merasa malu sudah berulang kali melakukannya.

Sejak usia 65 tahun, Ratna telah lima kali melakukan operasi wajah.

"Walaupun saya sudah beberapa kali operasi, tapi yang terakhir saya merasa sudah umur, jadi saya malu dan berusaha menutupi," ucap Ratna.

Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Operasi Wajah 4 Kali

Terdakwa kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet mengaku sudah empat kali melakukan operasi sedot lemak di bagian wajahnya.

Operasi wajah pertamanya, kata dia, dilakukan ketika ia berusia 65 tahun. Saat ini, Ratna berusia 70 tahun.

"Yang terakhir itu yang keempat," ujar Ratna saat menjalani sidang pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak, Selasa (14/5/2019).

Ketua Majelis Hakim, Joni, kemudian bertanya tentang jalannya keempat operasi wajah yang ia jalani.

"Sebenarnya sampai yang terakhir pun berhasil, hanya dampak dari operasi itu yang berbeda-beda," jawab Ratna.

Khusus operasi terakhir, ia mengaku dampak yang ditimbulkan membuat proses penyembuhannya sedikit lebih lama.

"Kalau (operasi) pertama sampai ketiga cuma dua hari. Nah yang terakhit itu butuh empat hari," tutur Ratna.

"Dokter selalu mengatakan dampak itu berbeda-beda pada setiap orang terganting kondisi. Pernyataan itu yang membuat saya tidak perlu komplain," tambahnya.

Ratna Sarumpaet Pilih Bungkam

Sidang perkara penyerbaran berita bohong atau hoaks atas terdakwa Ratna Sarumpaet kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak, Selasa (14/5/2019).

Ratna tiba di pengadilan sekitar pukul 08.43. Mengenakan rompi tahanan, ia didampingi putrinya Atiqah Hasiholan, dan mendapat pengawalan dari beberapa petugas Kejaksaan.

Namun, Ratna enggan berbicara sepatah kata pun ketika ditanya oleh para awak media.

Ia hanya berjalan lurus menuju ruang tunggu persidangan.

Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan terdakwa dan barang bukti.

Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe Tri Sadono mengatakan, sidang kali ini bertujuan mengonfirmasi keterangan saksi-saksi yang sudah dihadirkan.

Ia menjelaskan, hal itu guna menyelaraskan fakta dalam kasus penyebaran hoaks ini.

"Tentu fakta yang kita maksud yang terkait unsur-unsur dakwaan," kata Daroe.

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved