Lurah Cipinang Melayu Bantah Ketua RW Lakukan Pungli Parkir Liar di Kolong Tol Becakayu

Kendaraan yang didomonasi oleh roda empat ini nampak berjajar rapi di kolong Tol Becakayu, terutama di RW 01, 02, 03, 04, 06, 10 dan 11.

Lurah Cipinang Melayu Bantah Ketua RW Lakukan Pungli Parkir Liar di Kolong Tol Becakayu
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Parkir liar di kolong Tol Becakayu 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Lurah Cipinang Melayu, Agus Sulaeman mengatakan, para ketua RW di wilayahnya diduga melakukan pungli dari parkir liar kendaraan di kolong Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

"Banyak laporan warga ke saya yang menyebutkan bahwa RW melakukan pungli kepada kendaraan yang parkir di kolong Tol Becakayu. Kemudian, setelah di cek ternyata pihak RW tidak melakukan pungli seperti tuduhan para warga," ungkapnya, Selasa (14/5/2019).

Sebelumnya diberitakan, parkir liar di kolong Tol Becakayu masih terjadi meskipun pihak Sudin Perhubungan sudah melakukan penderekan pada awal tahun ini.

Kendaraan yang didomonasi oleh roda empat ini nampak berjajar rapi di kolong Tol Becakayu, terutama di RW 01, 02, 03, 04, 06, 10 dan 11.

Rupanya, hal tersebut kerap beberapa kali dilaporkan warga sampai dugaan pungutan liar (pungli) pun tak luput dari pelaporan.

Menurut ketua RW 1 Suhardiono (60), dugaan yang tertuju untuk ketua RW dari warganya adalah hal yang tidak benar adanya.

Bahkan dirinya tidak mengetahui secara jelas siapa saja yang memakirkan kendaraannya di kolong Tol Becakayu.

Warga Jakarta Antusias Ikuti Program Jakarta Mudik Bersama

"Memang benar ada tuduhan seperti itu. Namun itu tidak benar. Jadinya malah fitnah buat saya. Saya tidak pernah ambil pungutan sama sekali. Tapi dibilang satu mobil ambil 50rb. Mereka itu terpengaruh dari pemberitaan media. Kemudian saya terkena imbasnya," jelasnya.

Selain itu, Ketua RW 3 Muchtar Usman mengatakan hal yang berbeda. Dirinya bersyukur karena tidak ada dugaan tersebut yang dilayangkan untuk dirinya dari warganya.

"Alhamdulillah sampai saat ini saya belum dengar warga saya tuduhkan hal seperti itu. Maka dari itu jangan sampai warga berpikir semacam itu. Sebab kami juga menginginkan penderekan bahkan sanksi tegas untuk para pemarkir liar," katanya.

Terkait dugaan ini, pihak Lurah bekerjasama dengan para RT dan RW sudah mengklarifikasinya. Mengungkapkan kepada warga bahwa pihak RW tidak terkait pungli.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved