Polemik Ratna Sarumpaet

Ratna Sebut Mengaku Dianiaya Lebih Cocok Gambarkan Kondisi Wajahnya Selesai Operasi

Namun, terdakwa kasus Penyebaran hoaks itu mengaku tidak memiliki alasan khusus menggunakan alasan tersebut.

Ratna Sebut Mengaku Dianiaya Lebih Cocok Gambarkan Kondisi Wajahnya Selesai Operasi
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Terdakwa kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Dipukuli orang tak dikenal menjadi alasan Ratna Sarumpaet untuk berbohong.

Namun, terdakwa kasus Penyebaran hoaks itu mengaku tidak memiliki alasan khusus menggunakan alasan tersebut.

Ia menilai, dipukuli merupakan alasan paling masuk akal jika melihat kondisi wajahnya yang lebam.

"Karena yang paling mendekati kondisi muka saya adalah penganiayaan. Mungkin juga karena saya panik," ujar Ratna saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak, Selasa (14/5/2019).

Ia memikirkan alasan tersebut saat hendak pulang dari RS Bina Estetika, tempatnya melakukan operasi wajah, pada 24 September 2018.

Ia pun mengirimkan foto wajah lebamnya via aplikasi WhatsApp kepada seorang stafnya, Rubangi.

Ratna Sarumpaet 4 Kali Lakukan Operasi Wajah Selama 5 Tahun

"Saya kirimkan ke staf saya waktu saya pulang. Saya kirim ke Rubangi. Rubangi tanya kenapa. Nah itu pertama kali saya berbohong kalau saya dipukuli orang," ujarnya.

Awalnya, Ratna enggan berkata jujur tentang operasi wajah yang dijalani, lantaran merasa malu sudah berulang kali melakukannya.

Sejak usia 65 tahun, Ratna telah lima kali melakukan operasi wajah.

"Walaupun saya sudah beberapa kali operasi, tapi yang terakhir saya merasa sudah umur, jadi saya malu dan berusaha menutupi," ucap Ratna.

Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved