Soal Tuntutan Jaksa, Ratna Sarumpaet Mengaku Pasrah

Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet mengaku pasrah perihal tuntutan yang bakal dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Soal Tuntutan Jaksa, Ratna Sarumpaet Mengaku Pasrah
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Ilustrasi Terdakwa kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak, Kamis (25/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet mengaku pasrah perihal tuntutan yang bakal dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang berikutnya pada 28 Mei mendatang.

Sejak awal persidangan, perempuan berusia 70 tahun itu merasa telah menyampaikan fakta-fakta yang diketahui.

"Saya memberikan apa saja yang bisa saya sampaikan. Soal tuntutan kan urusan mereka (Jaksa)," kata Ratna usai menjalani sidang pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Pasar Minggu, Selasa (14/5/2019).

Terkait dengan dakwaan Jaksa, Ratna masih pada pendiriannya jika kebohongannya tidak menimbulkan keonaran.

"Itu harus dibuktikan. Kalau sekarang kita ngomong keonaran, kapan terjadinya? Kan nggak terjadi," ujarnya.

Di sisi lain, anggota tim penasihat hukum Ratna, Insank Nasruddin, optimistis kliennya dapat bebas dari jerat hukum.

Bakal Dibangun Bulan Ini, JPO Pasar Minggu Masuk Tahap Soil Investigation

Enam Lapak Pemulung Dibakar di Pasar Minggu, Pelaku Melarikan Diri

Sempat Ada Perbaikan LAA, Perjalanan KRL Lintas Pasar Minggu - Duren Kalibata Berangsur Normal

"Jadi kami masih sangat meyakini Ratna harus dibebaskan," ucap Insank.

Sementara itu, koordinator JPU Daroe Tri Sadono menilai kesaksian yang disampaikan Ratna pada sidang hari ini cenderung tidak konsisten.

Namun, ia mengaku tidak mempermasalahkannya lantaran itu adalah hak terdakwa.

"Saya kira kita semua melihat, terdakwa kadang tidak konsisten dalam memberikan keterangan, dan banyak yang berusaha dia tutupi," kata Daroe.

Menyoal keonaran yang didakwakan, Daroe yakin hal itu bisa terbukti.

"Yakin, kami yakin. Tentu kami punya parameter. Jadi keonaran yang dimaksud adalah kebohongan yang disampaikan terdakwa kepada publik, sehingga menimbulkan situasi yang tidak kondusif. Kira-kira semacam itu," pungkasnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved