Moeldoko ke Kapolri Soal Viralnya Pemuda Ancam Jokowi: Jangan Lagi Ada Maaf, Tindak Saja

Moeldoko tidak terima apabila ada orang yang sudah seenaknya berucap di media sosial, kemudian belakangan meminta maaf setelah diproses hukum.

Moeldoko ke Kapolri Soal Viralnya Pemuda Ancam Jokowi: Jangan Lagi Ada Maaf, Tindak Saja
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018). 

"Kalau yang seperti itu dibiarkan, nanti negara ini menjadi chaos. Negara ini menjadi anarkis, negara ini menjadi enggak tertib. Negara kita ini harus tertib, enggak boleh lagi ya sembarangan," lanjut mantan Panglima TNI tersebut.

Moeldoko juga menekankan bahwa penegakkan hukum tidak hanya dilakukan bagi barisan tokoh oposisi.

Perlakuan yang sama juga tetap dilakukan bahkan bagi pendukung pemerintah.

Minta KPUD Lakukan Hitung Ulang, Koalisi Garuda Jakarta Utara Aksi di Depan Kantor KPU Jakarta Utara

Bicara Soal Ulama, Mulan Jameela Menangis: Ya Allah Selamatkan Mereka, Hamba Hanya Bisa Berdoa

Khusus mengenai kasus penghinaan dan pengancaman terhadap Presiden, Moeldoko mengatakan, harus diakui banyak masyarakat yang tidak mengedepankan etika serta tata krama.

Banyak yang tidak memahami bahwa kepala negara harus juga mendapatkan penghormatan dan dijaga wibawanya sebagai simbol negara. "

Saya melihatnya lebih dari sisi etika dulu deh bahwa itu tidak pantas. Sebagai warga negara yang punya etika, janganlah memperlakukan kepala negara sebagai simbol negara seprti itu.

Pasti akan menuai konsekuensi hukum," ujar Moeldoko.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Moeldoko: Apa-apaan Ini? Seenaknya Berbuat Sesuatu, Setelah Ditindak Polisi Minta Maaf...".
Penulis : Fabian Januarius Kuwado

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved