Breaking News:

Pemilu 2019

Walk Out Rapat Pleno Jakarta Timur, Saksi Golkar Sebut KPU Tak Netral dan Lakukan Sabotase

Koordinator saksi Partai Golkar Rudy Darmawanto mengatakan ada dua poin yang mendasari sikapnya sehingga walk out saat rapat pleno.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Koordinator saksi Partai Golkar Rudy Darmawan saat menyatakan keberatannya di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Rabu (15/5/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Setelah molor hingga membuat KPU RI memberikan perpanjangan waktu, proses rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 Kota Jakarta Timur yang kini menyisakan dua kecamatan kembali menuai sorotan.

Sekira pukul 12.34 WIB saat rapat pleno Kecamatan Cakung berlangsung, saksi Partai Golkar memilih walk out atau angkat kaki karena merasa KPU Jakarta Timur melakukan pelanggaran.

Koordinator saksi Partai Golkar Rudy Darmawanto mengatakan ada dua poin yang mendasari sikapnya sehingga walk out saat rapat pleno di Gedung KNPI Rawamangun berlangsung.

"Ada bukti bahwa PPK Cakung bertemu dengan beberapa kandidat partai politik, di luar tempat pleno. Ada (bukti) foto-fotonya, sekarang lagi dilaporkan di DKPP (Dewan Penyelenggaraan Pemilihan Umum)," kata Rudy di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (15/5/2019).

Meski tak menyebut pihak mana yang melapor, Rudy menuturkan laporan resmi ke DKPP sudah diajukan sejak beberapa hari lalu sehingga dia mempertanyakan perkembangan kasus.

Dia mengaku sudah mengkonfirmasi kelanjutan laporan tersebut ke Bawaslu Jakarta Timur, namun Bawaslu menyatakan bahwa tak ada laporan yang dimaksud Rudy.

Rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 Kota Jakarta Timur untuk Kecamatan Cakung di Gedung KNPI Rawamangun, Rabu (15/5/2019).
Rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 Kota Jakarta Timur untuk Kecamatan Cakung di Gedung KNPI Rawamangun, Rabu (15/5/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Jadi saksi Golkar menyatakan walk out rekapitulasi Cakung karena KPU tidak melakukan investigasi terhadap pejabat PPK yang melakukan upaya tidak netral terhadap pelaksanaan Pemilu di Cakung," ujarnya.

Kedua, dia menyebut KPU Jakarta Timur mensabotase penyelenggaraan rapat pleno Kecamatan Cakung di tingkat kecamatan kemarin karena membawa 30 kotak suara kala pleno berlangsung.

Menurutnya, 30 kotak suara milik PPK Kecamatan Cakung itu sempat dibawa ke Gedung KNPI Rawamangun tempat pleno tingkat kota digelar lalu dikembalikan lagi ke PPK Cakung setelah diprotes.

Kecamatan Pulogadung Bakal Tutup Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Kota Jakarta Timur

"Pleno sedang berlangsung, tahu-tahu KPU memerintahkan kotak suara dibawa kemari. Itu enggak boleh, itu pelanggaran Pemilu, sabotase namanya," tuturnya.

Pantauan TribunJakarta.com, hingga pukul 13.41 WIB rapat pleno rekapitulasi tingkat kota Jakarta Timur masih berlangsung usai Rudy angkat kaki dari lantai dua Gedung KNPI tempat pleno.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved