Sugeng Memutilasi karena Amanat Perempuan Kenalannya, Dipotong Setelah Korban Tiga Hari Meninggal

Ada tato bertuliskan Sugeng di kaki perempuan korban mutilasi di lantai dua Pasar Besar eks Departemen Matahari Sore di Kota Malang. Siapa Sugeng?

Sugeng Memutilasi karena Amanat Perempuan Kenalannya, Dipotong Setelah Korban Tiga Hari Meninggal
Kolase Surya Malang/Polres Malang Kota
MUTILASI - Petugas membawa potongan tubuh korban mutilasi di Lantai 2 Pasar Besar, Kota Malang, Selasa (14/5/2019). Pada lokasi penemuan bagian tubuh korban mutilasi yang berjenis kelamin perempuan itu ditemukan sejumlah tulisan. Sugeng (kanan). 

Menurut Asfuri, Sugeng memutilasi setelah tiga hari korban meninggal.

Sugeng dan korban berkenalan sembilan hari lalu di depan Kelenteng En ang Kion sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat itu korban sudah dalam kondisi sakit.

Pelaku lalu membawa korban ke lantai dua Pasar Besar. Pada pukul 17.00 WIB pelaku menemui kembali korban tapi meninggal.

Sugeng tercatat sebagai warga Kelurahan Jodipan.

Pelaku dan korban bertemu pertama kali di depan Kelenteng En Ang Kiong sekitar sembilan hari lalu.

"Dari keterangan terduga pelaku, korban merupakan orang Maluku. Namanya siapa tidak mau menyebutkan," kata dia.

Polisi masih memeriksa terduga pelaku mutilasi. Berdasarkan keterangan kepada penyidik, pelaku memutilasi karena pesan korban.

"Korban ini bertemu terduga pelaku dalam keadaan sakit. Sebelum meninggal, korban berpesan supaya tubuhnya dipotong," ujarnya.

Polisi sudah mendapatkan alat yang diduga untuk memutilasi tubuh korban, berupa gunting taman.

"Kalau alat untuk mentato telapak kaki itu semacam alat untuk sol sepatu kemudian tintanya menggunakan bolpoin," ucap Asfuri.

Potongan tubuh korban mutilasi ditemukan pedagang di Pasar Besar pada Selasa (14/5/2019) setelah mencium bau busuk menyengat.

Korban mutilasi itu diketahui berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan berusia 34 tahun.

Pelaku mutilasi karena amanat korban

Asfuri menjelaskan pelaku mendapat amanat dari korban untuk memotong tubuhnya ketika sudah meninggal dan juga membuatkannya tato.

"Menurut pengakuan terduga pelaku seperti itu, amanat dari korban. Tapi masih kami dalami," ucap dia.

Sugeng adalah seorang pengangguran dan duda. Menurut informasi polisi, pelaku mempunyai riwayat pernah melalukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Informasi yang kami terima pernah (melakukan KDRT). Terkait motif dan bagaimana kasus ini masih akan kami dalami," beber Asfuri.

Kepada penyidik Sugeng mengakui korban sedang dalam kondisi sakit ketika mereka berdua berkenalan.

Dari kemaluan korban keluar darah.

"Menurut kesaksian yang bersangkutan, nama korban itu 'Maluku'. Entah itu nama korban, atau tempat tinggal korban, tapi yang bersangkutan hanya menyebut itu," ucap Asfuri.

Menurut kesaksian Sugeng, pada pukul 17.00 WIB korban meninggal di Pasar Besar.

Sugeng membenarkan telah memutilasi tubuh perempuan itu pada Senin (13/5/2019).

Ia memutilasi sesuai permintaan korban, bukan memakai pisau tapi gunting.

Setelah memutilasi, Sugeng ]meninggalkan tubuh korban yang telah terpotong-potong di parkiran lantai II Pasar Besar. (Surya Malang)

Editor: Y Gustaman
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved