Pilpres 2019

Anggap Aksi Pria yang Ancam Penggal Jokowi Bentuk Kekecewaan, Novel Bamukmin Disoraki Penonton

Novel Bamukmin mengomentari ucapan HS pria yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi.

Anggap Aksi Pria yang Ancam Penggal Jokowi Bentuk Kekecewaan, Novel Bamukmin Disoraki Penonton
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Sekretaris DPD FPI DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin alias Habib Novel menjadi saksi dalam sidang kasus penodaan agama, dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (3/1/2017). 

 Pria Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditahan

HS (25), pria yang ancam penggal kepala Presiden Joko Widodo akhirnya ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

HS ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya.

Polisi menangkap Hermawan yang mengancam bakal penggal kepala Jokowi di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pada Minggu pukul 08.00.

HS melakukan ancamannya saat demo di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, pada Jumat (10/5/2019) siang.

TribunJakarta.com merangkum sejumlah informasi terkait dengan penangkapan pria yang ancam penggal kepala Jokowi.

Ditahan Selama 20 Hari

Tersangka berinisial HS (25) yang mengancam memenggal Presiden Joko Widodo ditahan di Polda Metro Jaya.
Tersangka berinisial HS (25) yang mengancam memenggal Presiden Joko Widodo ditahan di Polda Metro Jaya. (KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan Hermawan ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya.

"Ya dilakukan penahanan selama 20 hari," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (14/5/2019).

Argo menyebut, HS ditahan selama menjalani pemeriksaan. Ia mulai diperiksa sejak Minggu (12/5/2019) lalu.

"Iya (selama pemeriksaan)," tutur Argo.

Reaksi Yayasan Badan Wakaf Al-Quran

Pihak yayasan Badan Wakaf Al-Quran (BWA) di Jalan Tebet Timur Dalam 1, Tebet, Jakarta Selatan, membenarkan tersangka pengancam pemenggalan kepala Presiden Joko Widodo berinisial HS (25) tercatat sebagai salah satu karyawan mereka.

Hal itu diungkapkan Penanggung Jawab HRD BWA, Eri, saat ditemui TribunJakarta.com, Senin (13/5/2019).

Namun, ia menyebut status HS di BWA hanya sebagai karyawan kontrak.

"Sifatnya hanya volunteer, jadi khusus selama bulan Ramadan," kata Eri.

"Dia kerja dari 9 April sampai 2 Juni 2019. Setelah Lebaran, dia putus kontrak," lanjutnya.

Ia menjelaskan, tugas HS di BWA adalah mengajak orang-orang di perkantoran dan mall-mall untuk wakaf.

Selama lebih dari sebulan bekerja di WBA, Eri menilai HS sebagai pribadi yang baik.

HS, ujarnya menambahkan, juga tidak pernah berbicara tentang politik Tanah Air di lingkungan kerja.

"Makanya kami juga heran. Mungkin semangat anak muda yang berlebihan, tidak bisa menahan emosinya," tutur Eri.

Karyawan Kontrak

Kantor yayasan Badan Wakaf Al-Quran di Jalan Tebet Timur Dalam 1, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).
Kantor yayasan Badan Wakaf Al-Quran di Jalan Tebet Timur Dalam 1, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Pihak yayasan Badan Wakaf Al-Quran (BWA) di Jalan Tebet Timur Dalam 1, Tebet, Jakarta Selatan, membenarkan tersangka pengancam pemenggalan kepala Presiden Joko Widodo berinisial HS (25) tercatat sebagai salah satu karyawan mereka.

Hal itu diungkapkan Penanggung Jawab HRD BWA, Eri, saat ditemui TribunJakarta.com, Senin (13/5/2019).

Namun, ia menyebut status HS di BWA hanya sebagai karyawan kontrak.

"Sifatnya hanya volunteer, jadi khusus selama bulan Ramadan," kata Eri.

"Dia kerja dari 9 April sampai 2 Juni 2019. Setelah Lebaran, dia putus kontrak," lanjutnya.

Ia menjelaskan, tugas HS di BWA adalah mengajak orang-orang di perkantoran dan mall-mall untuk wakaf.

Selama lebih dari sebulan bekerja di WBA, Eri menilai HS sebagai pribadi yang baik.

HS, ujarnya menambahkan, juga tidak pernah berbicara tentang politik Tanah Air di lingkungan kerja.

"Makanya kami juga heran. Mungkin semangat anak muda yang berlebihan, tidak bisa menahan emosinya," tutur Eri.

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved