Laga Pembuka Liga 1 2019 Berlangsung Ricuh, BOPI Bakal Panggil PT LIB

BOPI langsung memberikan reaksi keras atas peristiwa kericuhan suporter yang terjadi di pertandingan pembuka Liga 1 2019.

Tayang:
Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
MOCHAMAD HARY PRASETYA/BOLASPORT.COM
Korban-korban kerusuhan suportes PSS Sleman dengan Arema FC 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) langsung memberikan reaksi keras atas peristiwa kericuhan suporter yang terjadi di pertandingan pembuka Liga 1 2019.

Pertandingan antara PSS Sleman menghadapi Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (15/5/2019) diwarnai kericuhan antar suporter kedua kesebalasan di dalam stadion.

Ketua BOPI, Richard Sam Bera berencana memanggil PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi guna mengetahui detail dan peristiwa kejadian tersebut.

BOPI sangat menyayangkan tindakan kerusuhan yang terjadi di laga pembuka kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.

"BOPI menyesalkan terjadinya insiden bentrokan antar suporter pada laga pembukaan Liga 1 di Sleman tadi malam, padahal BOPI sudah mengingatkan untuk menghilangkan tindakan kekerasan pada saat penyerahan Rekomendasi kepada PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) minggu lalu," ujar Richard dalam rilis yang diterima TribunJakarta, Kamis (16/5/2019).

Ketua BOPI, Richard Sam Bera saat menjelaskan keputusan BOPI terkait insiden tewasnya suporter Persija di Stadion GBLA.
Ketua BOPI, Richard Sam Bera saat menjelaskan keputusan BOPI terkait insiden tewasnya suporter Persija di Stadion GBLA. (Tribunnews/Abdul Majid)

Menurut rencana, BOPI berencana akan memanggil PT LIB guna melakukan diskusi dan membahas insiden yang terjadi di pertandingan pembuka Liga 1 2019.

"BOPI meminta laporan segera dari PT LIB selaku operator kompetisi. Hari Jumat 17 Mei 2019, BOPI memanggil PT LIB untuk membahas insiden ini," tegas mantan atlet renang Indonesia tersebut.

Lebih lanjut, Richard berharap PSSI mengambil sikap tegas dengan memberikan hukuman berat kepada pelaku yang terlibat dalam kasus kericuhan tersebut.

"Meminta PSSI untuk mengambil tindakan tegas dalam menyikapi insiden ini. BOPI berkomitmen memastikan kompetisi Liga 1 2019 dan semua kegiatan olahraga profesional mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan semua pihak yang terlibat di dalamnya," imbuh Richard.

Sebelumnya, BOPI sempat mengancam akan mencabut rekomendasi Liga 1 jika masih ada kekerasan antar suporter.

Penyebab Kericuhan

Laga pembuka Liga 1 2019 yang mempertemukan tuan rumah PSS Sleman kontra Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019) malam, berlangsung ricuh.

Suporter PSS Sleman dan pendukung Arema FC terlihat adu lempar dengan menggunakan serpihan keramik serta batu.

Kerusuhan tersebut langsung dikomentari oleh CEO PSS Sleman, Soekeno.

Menurut Soekeno, kejadian yang sangat mencoreng sepak bola Indonesia itu dilakukan oleh beberapa provokator.

Bahkan, Seokeno menyebutkan provokator itu bukan pendukung PSS Sleman dan Arema FC.

Kericuhan di tribune penonton sempat terjadi sebelum laga PSS Sleman menjamu Arema FC dalam laga pembukaan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019) malam.
Kericuhan di tribune penonton sempat terjadi sebelum laga PSS Sleman menjamu Arema FC dalam laga pembukaan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5/2019) malam. (DEODATUS KRESNA MURTI/BOLASPORT.COM)

Provokator itu mencoba menyamar di tengah-tengah kedua pendukung itu dan membuat kegaduhan.

”Kalau kejadian tadi, rekan-rekan media mesti memahami. Ini hanya dilakukan oleh segelintir orang yang bukan suporter PSS dan Arema FC,” kata Soekeno kepada BolaSport.com.

Seokeno sangat yakin bahwa ada provokator berjumlah 15 orang di tengah-tengah pendukung Arema FC.

Setelah provokator itu diamankan, pertandingan sempat dilanjutkan kembali, tetapi kerusuhan datang lagi di akhir pertandingan.

“Coba diperhatikan dari 5000 pendukung Arema FC dan yang melakukan provokasi hanya 10 hingga 15 orang. Orangnya itu-itu saja,” kata Soekeno.

Kejadian kerusuhan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi PSS Sleman untuk mengelola pertandingan dengan baik ke depan.

Salah satunya akan mengevaluasi panitia pelaksana (panpel) laga PSS Sleman yang dinilai kurang membuat situasi pertandingan menjadi kondusif.

“Ya, kami akan melakukan evaluasi,” kata Soekeno.

Sekjen PSSI Kena Timpuk

Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha Destria saat ditemui di acara launching Liga 1 2019, di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).
Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha Destria saat ditemui di acara launching Liga 1 2019, di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019). (TribunJakarta.com/Wahyu Septiana)

Laga pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman dan Arema FC diwarnai kericuhan antar suporter.

Salah satu korbannya yakni Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha yang terkena timpukan saat kericuhan.

Dikutip dari Bolasport.com, Ratu Tisha terlihat memegang lengan tangannya yang kemungkinan besar terkena timpukan.

Laga PSS Sleman melawan Arema FC yang bertajuk pertandingan pembuka Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (15/5/2019), sempat diwarnai kerusuhan antar suporter.

Oknum pendukung PSS Sleman yang berada di tribun utara dan selatan adu lemparan keramik dengan suporter Arema FC di tribun barat.

Sebelum pertandingan dimulai, kedua suporter tersebut sudah bersitegang.

Entah apa yang membuat kedua suporter tersebut sampai lempar-lemparan keramik dan juga batu.

Puncaknya terjadi pada menit ke-31 ketika kedua suporter tak bisa dibendung lagi.

Wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan sejenak dan meminta pemain PSS Sleman serta Arema FC masuk ke dalam ruang ganti.

Berdasarkan pantauan BolaSport.com, kemungkinan besar pada momen tersebut Ratu Tisha terkena lemparan dari kerusuhan tersebut.

Ratu Tisha langsung diamankan dan dimasukkan ke dalam ruangan VVIP.

Selang 25 menit kemudian ketika suasana mulai kondusif, pertandingan kembali dilanjutkan.

Ratu Tisha mencoba keluar dan menyaksikan pertandingan tersebut.

Memasuki menit ke-80 kerusuhan antar suporter kembali terjadi.

Ratu Tisha langsung diamankan dan tidak menyaksikan pertandingan sampai selesai.

"Gapapa kok, aman," kata Ratu Tisha sambil memegang tangannya.

Dalam laga tersebut, PSS Sleman berhasil meraih kemenangan melawan Arema FC dengan skor 3-1.

Selepas pertandingan, banyak suporter Arema FC serta PSS Sleman yang mengalami luka-luka dan saat ini masih berada di ruangan medis.

Respon Bos PSS Sleman

Laga PSS Sleman Vs Arema FC di Pekan Pertama Liga 1 2019
Laga PSS Sleman Vs Arema FC di Pekan Pertama Liga 1 2019 (DEODATUS KRESNA MURTI BAYU AJI/BOLASPORT.COM)

Kerusuhan suporter dalam pertandingan PSS Sleman melawan Arema FC pada laga pembuka Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (15/5/2019), mengakibatkan puluhan orang menderita luka-luka.

Salah satu korban kerusuhan adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria, yang sampai merasakan sakit pada bagian lengannya.

Ratu Tisha terkena lemparan ketika pertandingan diberhentikan pada menit ke-32.

Tidak diketahui kubu suporter mana yang melakukan pelemparan kepada Ratu Tisha.

CEO PSS Sleman, Soekeno, mengaku sudah mengetahui bahwa Ratu Tisha menjadi korban kerusuhan.

Ia mengatakan Ratu Tisha dalam kondisi baik setelah insiden tersebut.

“Tidak apa-apa. Kena sedikit, ya ini salah satu risiko,” kata Soekeno.

Soekeno cukup heran mengapa kerusuhan tersebut bisa terjadi.

Padahal sebelum pertandingan, pendukung Arema FC dan PSS Sleman masih sempat menikmati buka puasa bersama.

Ia yakin kerusuhan tersebut dilakukan oleh beberapa provokator dan bukan pendukung Arema FC.

Sekjen PSSI Terkena Timpukan Suporter: Kondisi Ratu Tishan dan Respon Bos PSS Sleman

Penyebab Kericuhan di Laga Pembuka Liga 1 2019 PSS Sleman Vs Arema FC

Sempat Tertahan, Pemain Arema FC Dievakuasi Keluar Stadion PSS Sleman Pukul 01.00 WIB

Laga PSS Sleman Melawan Arema FC Diwarnai Kericuhan Suporter

Soekeno pun berharap hubungan suporter PSS Sleman dan Arema FC bisa kembali membaik demi sepak bola Indonesia.

Atas kejadian tersebut, para pemain Arema FC harus meninggalkan Stadion Maguwoharjo pada pukul 00.01 dinihari.

Bahkan, para pemain Arema FC harus menaiki rantis untuk kembali ke hotel.

Sementara itu, Aremania ditahan dan tidak boleh meninggalkan Stadion Maguwoharjo hingga keadaan kondusif.

Selepas pertandingan semalam, pihak kepolisian sangat menjaga ketat Aremania.

“Insya Allah provokator ini akan ditindaklanjuti agar sepak bola ini bersih,” kata Soekeno. (TribunJakarta.com/Bolasport.com)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved