Pilpres 2019

Kubu Prabowo Tak Percaya Mahkamah Konstitusi, Pakar Hukum: Jangan Hidup di Indonesia

Raden Muhammad Syafii mengatakan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak akan mengajukan gugatan hasil suara Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kubu Prabowo Tak Percaya Mahkamah Konstitusi, Pakar Hukum: Jangan Hidup di Indonesia
Tribunnews/JEPRIMA
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto didampingi Amien Rais menyampaikan pidato politiknya di hadapan para pendukungnya dalam acara Syukuran Kemenangan Indonesia di Kartanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019). Pada pidatonya Prabowo meminta kepada para pendukungnya untuk ikut menjaga formulir C1 di setiap kecamatan. 

TONTON JUGA

Hal tersebut disampaikan Asep Iwan Iriawan saat menjadi narasumber di acara Prime Talk, Metro TV, pada Kamis (16/5/2019).

Awalnya pembawa acara tersebut menanyakan kepada Asep Iwan Iriawan terkait hukum yang menjerat pihak yang tak percaya dengan MK.

"Terkait memprovokasi orang agar tak percaya Mahkamah Konstitusi apakah ada unsur pidananya juga?" tanya pembawa acara itu.

Asep Iwan Iriawan mengatakan jika seseorang sudah tak percaya dengan MK sebaiknya jangan hidup di Indonesia.

Johnny G Plate Sebut Prabowo Terisolasi dari Informasi Akurat, Riza Patria Sewot Ungkit Kasus Ahok

Anggap Aksi Pria yang Ancam Penggal Jokowi Bentuk Kekecewaan, Novel Bamukmin Disoraki Penonton

Pasalnya menurut Asep Iwan Iriawan kekuasaan kehakiman di Indonesia berada di tangan MK dan MA.

"Gini kalau tidak percaya dengan Mahkamah Konstitusi yang jangan hidup di Indonesia," kata Asep Iwan Iriawan.

"Ketika kita sepakat untuk membentuk Republik Indonesia ada kekuasan hakiman dibagi dua ada MA dan MK,"

"Ketika orang tidak percaya dengan MA dan MK ya apalagi?" tambahnya.

Novel Bamukmin Beberkan Tujuan Gerakan Kedaulatan Rakyat, Ace Hasan-Aria Bima Kompak Lakukan Ini

Berkendara Berdua Saat Syuting, Hotman Paris Soroti Nia Ramadhani: Coba Lihat Kulitnya Itu

Asep Iwan Iriawan menjelaskan selesainya suatu permasalahan sengketa apabila sudah mendapatkan keputusan dari MK dan MA.

Halaman
1234
Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved