Si Doel Incar Satu Tempat di Komisi 10 DPR RI

Aktor pemeran Doel dalam film Si Doel The Movie atau televisi Si Doel anak Sekolahan, Rano Karno mengincar satu kursi di Kimisi 10 DPR RI.

Si Doel Incar Satu Tempat di Komisi 10 DPR RI
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Ilustrasi Rano Karno dan sejumlah pemeran dalam film Si Doel The Movie saat menggelar acara Bukber Raya Si Doel The Movie 2 di Masjid Al-Barkah Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Aktor pemeran Doel dalam film Si Doel The Movie atau televisi Si Doel anak Sekolahan, Rano Karno mengincar satu kursi di Kimisi 10 DPR RI.

Hal ini diungkapkan disela-sela acara Bukber Si Doel The Movie 2 yang berlangsung di Masjid Al-Barkah Bekasi, Sabtu (18/5/2019).

Rano Karno memastikan dia akan tetap eksis di dunia permfilman meski nantinya telah duduk sebagai seorang legislator.

"Pasti (eksis) dan saya beraharap akan ditempatkan di komisi 10, di situ membidangi tentang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, pemuda, olahara, karena menang disitu konsen saya walaupun tidak kekeuh bicara film tapi ada sangkut pautnya dengan kebudayaan," kata Rano di Bekasi.

Ketika ditanya aspirasi apa yang ingin dia perjuangkan salah satunya pertama di dunia pendidikan.

"Tentu ini tidak bisa bicara sendiri, karena di parlemen itu ada beberapa partai nantinya, untuk kepentingan nasional.
Kita bicara tentang kurikulum pendidikan misalnya, itu bisa jadi fokus," terang dia.

Misal kata dia, keberadaan politeknik di Indonesia menurut dia belum sebanding dengan banyaknya jumlah SMK. Hal ini tentu harus diimbangi agar akses masyarakat mendapat pendidikan keterampilan menjadi lebih mudah.

"Politenik sebetulnya harus lebih diperbanyak, kalau sudah ada SMK, politeknik harus diperbanyak sekarang di Indonesia politeknik belum banyak bukanya enggak ada," jelas dia.

Tidak hanya itu, Si Doel juga ingin menghidupkan kembali budaya tulis tangan di kalangan pelajar. Di era digital seperti saat ini, budaya tulis tangan mungkin mulai terkikis dan lambat laun akan ditinggalkan.

Sebulan Kabur, Suami Istri Penjual Sate Padang Mengandung Babi Ditangkap di Bekasi

Petugas Temukan Mayat Wanita saat Bersihkan Sampah di Bendungan Koja Bekasi

Wali Kota Bekasi Imbau Warganya Untuk Tidak Ikut Seruan People Power

"Ya kamu (wartawan) dulu masih nulis sekarang udah tinggal merekam, udah enggak tulis, anak-anak akan ke sana tapi dampaknya jelek. Anak kita teknologi bagus, tapi tulisan tangan jelek, karena jarang nulis," ungkap dia.

Dia menilai budaya tulis tangan baik untuk perkembangan motorik dan merangsang imajinasi. Bukan tidak mungkin wacana menghidupkan budaya tulis tangan ini akan masuk ke dalam pembahasan kurikulum di DPR RI Komisi 10.

"Apakah kita harus kembali lagi ke jaman dulu, pelajaran menulis tipis dan tebal. Mungkin nanti saya akan bicara, sekarang anak-anak harus kembali ke tipis tebal, karena dengan menulis imajinasi akan berjalan dari pada ngetik," paparnya.

"Mungkin orang akan bertanya udah jaman sekarang masih aja tulis tebal atau tulis tangan, masih penting masih sangat penting," terangnya.

Rano Karno maju sebagai Caleg DPR RI dari PDIP Dapil III Banten meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara, dia memperoleh suara terbanyak mencapai 274.294 suara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved