Bocah Pemulung Viral di Medsos, Ini Kesaksian Kakaknya: Bekerja Jalan Kaki Pukul 4 Sore - 11 Malam

Dirinya beralasan, tak adanya yang sekolah karena tidak ada yang menanggung biaya sekolah semenjak kepergian ayah kandungnya sekitar tahun 2011 lalu.

Tribunkaltim.co, Aris Joni
Wahaji, kakak bocah pemulung yang viral 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wa Ubi, bocah 8 tahun viral yang di media sosial (medsos) karena sehari-harinya menjadi pemulung dan mendapat perhatian dari warga ini memiliki cerita yang cukup mengharukan dalam keluarganya.

Bocah yang biasanya selalu menemani ibunya memulung ini, ahirnya harus memulung sendiri karena ibunya tengah terbaring di rumah sakit akibat mengidap kanker rahim.

Tribunkaltim.co, mencoba mengulas kondisi dan keseharian keluarga Wa Ubi.

Melalui kakaknya, Wahaji (19) menceritakan kondisi yang ada pada keluarganya.

Dikatakan Wahaji, dirinya memiliki enam saudara dan dia merupakan anak kedua, sedangkan Wa Ubi adalah anak terakhir atau yang paling bungsu dari pasangan Wamiu dan La Badi yang telah meninggal dunia sejak tahun 2011 lalu.

Dirinya bersama keluarga tinggal di RT. 08, Batakan, Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Saat ini ucap Wahaji, ia bersama adiknya tinggal bersama ibu dan ayah tirinya, Amat (50) yang juga bekerja sebagai pemulung.

Beasiswa Kuliah ke Jepang Bagi Lulusan SMA, Dapat Uang Saku Rp 15 Juta Per Bulan, Ini Syaratnya!

Sederet Ucapan Hari Raya Waisak Pakai Bahasa Indonesia dan Inggris, Cocok Dibagikan di Medsos

Momen Sophia Latjuba Suapi Gempita Jadi Sorotan, Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar Berseloroh Ini

"Saya sudah nikah, punya anak satu usia 1 tahun. Saya memulung juga mas, sama seperti ibu dan adik saya," ujarnya. Sabtu (18/5/2019).

Menurut pengakuannya, semua keluarganya bekerja sebagai pemulung dengan berjalan kaki dari Batakan ke Sepinggan dan hanya ayah tirinya yang memulung dengan menggunakan motor.

Sedangkan untuk pendidikan, dirinya mengaku semua tidak ada yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah.

"Tinggal si bungsu ini aja saya harapkan bisa sekolah.

Kemarin ada orang yang mau bantu dia sekolah, semoga terwujud," harapnya.

Diakuinya, adiknya yang viral itu menjadi pemulung sejak kecil dan dirinya juga mulai menjadi pemulung sejak 12 tahun yang lalu.

Dirinya beralasan, tak adanya yang sekolah karena tidak ada yang menanggung biaya sekolah semenjak kepergian ayah kandungnya sekitar tahun 2011 lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved