Cerita Pekerja Lepas Pembungkus Parcel di Cikini, Cuma Tidur Tiga Jam Sehari

Saat pesanan membludak, mereka pun tak sungkan untuk mengurangi waktu tidurnya agar bisa menyelesaikan paket parcel pesanan orang

Cerita Pekerja Lepas Pembungkus Parcel di Cikini, Cuma Tidur Tiga Jam Sehari
TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Atep dan Didin saat sedang beraktifitas di lapak parcel tempat keduanya bekerja di kawasan stasiun Cikini Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKINI - Menjalani profesi sebagai pekerja lepas (freelance) pembungkus parcel di Cikini telah dilakoni Atep dan Didin beberapa tahun ini.

Suka duka pun ia alami selama melakoni pekerjaan tersebut sebulan penuh selama Ramadan hingga jelang Idul Fitri.

Bekerja di tempat usaha yang buka 24 jam nonstop membuat keduanya harus memiliki tenaga yang prima setiap hari.

Pasalnya, puluhan parcel berbagai macam ukuran mereka buat sedemikian rupa sehingga menjadi bingkisan yang cantik untuk diberikan di Hari Raya.

Didin mengaku menjalani profesi sebagai pekerja lepas untuk memanfaatkan peluang rezeki saat Ramadan.

Begitu pula dengan Atep yang menjadi rekan kerjanya dalam satu tim.

Saat pesanan membludak, mereka pun tak sungkan untuk mengurangi waktu tidurnya agar bisa menyelesaikan paket parcel pesanan orang-orang.

"Ya kalau pas lagi ada pesanan banyak bisa sampai puluhan, tidur mah cuma bisa setelah sahur dan salat Subuh sampai jam 09.00 WIB, setelah itu lanjut lagi," ujar Didin kepada TribunJakarta.com di lapak milik bosnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2019).

Rasa lelah pun pastinya dialami oleh keduanya, namun demi mendapatkan pecahan rupiah hingga jelang Lebaran, mereka pun tak sungkan untuk melakoninya dengan semangat.

Halaman
12
Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved