Diikuti 10.000 Umat, Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Berikan Pesan Cintai Tanah Air

Perayaan Waisak tahun 2563 Saka di Wihara Ekayana Arama mengangkat tema Mencintai Tanah Air Indonesia.

Diikuti 10.000 Umat, Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Berikan Pesan Cintai Tanah Air
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (19/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Perayaan Waisak tahun 2563 Saka di Wihara Ekayana Arama mengangkat tema Mencintai Tanah Air Indonesia.

Bendahara Umum DPP Sangha Agung Indonesia, Bhante Nyanagupta mengatakan tema tersebut bertujuan untuk mendinginkan suasana di tengah panasnya kondisi politik tanah air saat ini.

"Karena kita melihat banyak terjadi friksi di masyarakat yang melakukan politik identitas sehingga melupakan kebhinekaan," kata Nyanagupta di Wihara Ekayana Arama, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (19/5/2019).

Nyanagupta menuturkan perbedaan yang ada di negara ini harusnya menjadi modal untuk lebih meningkatkan persatuan sesama anak bangsa.

Terlebih, Waisak tahun ini berbarengan dengan bulan Ramadan yang menjadi momen sakral bagi umat Islam.

"Kami ini ingin menggaungkan walapun kami berbeda tapi kami tetap sama. Kita hidup disini, founding father kita telah melihat ini walapun kita berbeda tapi sebagai bangsa kita tunjukan keberagaman kita, jadi wujudkan persatuan dalam keberagaman ini," paparnya.

Menurutnya, pesan-pesan persatuan tersebut selaras dengan ajaran Buddha yang mengedepankan cinta kasih dan kebersamaan.

"Sehingga bagaimana kita nantinya bisa mewujudkan dalam kehidupan kita nyata setiap hari," paparnya.

Nyanagupta menyebut umat Buddha yang mengikuti rangkaian Waisak di wihara ini mencapai 10.000 orang.

Sambangi Perayaan Waisak, MenPAN-RB dan Kapolda Metro Jaya Ingatkan Pesan Persatuan

Intip Tradisi 5 Negara Rayakan Waisak yang Berbeda-beda dan Unik

Pantauan TribunJakarta.com, para umat tak hanya memenuhi area dalam wihara, namun sampai ke halaman.

Beratapkan tenda, para umat Buddha begitu khusyuk dalam menjalani rangkaian Waisak yang digelar.

"Tiap tahunnya yang datang itu emang meningkat. Tahun lalu kita itu 8 ribu umat, tahun ini diperkirakan mencapai 10 ribu," katanya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved