Kinerja Imam Nahrawi sebagai Menpora Dinilai Cukup Baik

prestasi Menpora yang cukup bagus harusnya menjadi pertimbangan presiden untuk tetap mempertahankan pak Menteri.

Kinerja Imam Nahrawi sebagai Menpora Dinilai Cukup Baik
TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi sedang memberi ketarangan kepada para awak wartawan, pada acara pembukaan babak I Taspen Cup Chess, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, beberapa kali disebut dalam sidang kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Namun, dalam keterangan Imam Nahrawi, Miftahul Ulum sebagai staf pribadi Imam, dan Arif Susanto sebagai protokoler Kemenpora membantah adanya pertemuan dan penerimaan uang dari Sekjend dan Bendahara KONI seperti yang diungkapkan jaksa di persidangan.

Terlepas dari kasus hukum yang menyeret nama Menpora, menurut Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, performa Imam Nahrawi dinilai relatif cukup baik. Sehingga patut diapresiasi.

"Pak Menteri secara kinerja bagus lah, jadi tuan rumah Asian Games sukses, prestasi atlet bagus, bulutangkis juga Ok, Timnas U-22 juara AFF, baguslah dibanding sebelum-sebelumnya," kata Adi, saat dihubungi wartawan, Sabtu (18/5/2019).

Nyatakan Berhenti Dukung Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean: Ya, Itu Sikap Saya!

Unggul di Sulsel, Saksi BPN Prabowo-Sandiaga Tolak Tanda Tangan Rekapitulasi Suara

Titiek Soeharto Yakin Prabowo Tak Gugat Pilpres ke MK & Berjuang di Jalanan, Mahfud MD Tegaskan Ini

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah ini menambahkan, terkait nama Menpora yang kerap disebut di sidang kasus suap dana hibah KONI seharusnya tidak terlalu penting jika dikaitkan dengan isu reshuffle yang belakangan marak dialamatkan ke Menpora.

"Pak Menteri kan hanya jadi saksi dan namanya baru disebut-sebut saja kan dalam kasus itu. Belum ada bukti yang sahih atau valid atas keterlibatan pak Menteri kan?" ujarnya.

Meski reshuffle itu merupakan hak prerogatif presiden, namun, kata dia, kinerja dan prestasi Menpora yang cukup bagus harusnya menjadi pertimbangan presiden untuk tetap mempertahankan pak Menteri.

"Harusnya pertimbangan reshuffle itu dilihat dari kinerjanya, yang gak bagus lah yang direshuffle," pungkasnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved