Pengelola Terminal Pulo Gebang Klaim Sudah Menindak Tegas PO Nakal

Menurutnya keberadaan terminal bayangan tak hanya dikeluhkan PO, tapi masyarakat yang tertipu dengan iming-iming tiket murah saat bepergian.

Pengelola Terminal Pulo Gebang Klaim Sudah Menindak Tegas PO Nakal
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Deretan bus di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (13/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bakal mengambil alih kepengurusan Terminal Pulo Gebang dari Pemprov DKI Jakarta bila masalah terminal bayangan tak kunjung beres ditangani.

Menanggapi hal tersebut, Kasatpel Operasional Terminal Terpadu Pulo Gebang Emiral August menyebut sudah berupaya menindak PO yang tak menjual tiket dalam terminal.

"Kami di sini sudah berbenah terkait keamananya. Kami juga sudah menindak PO yang nakal. Awalnya ada 108 PO Bus, tapi kami sudah membekukan operasional 12 PO yang tidak aktif di sana," kata Emiral di Terminal Pulo Gebang, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya keberadaan terminal bayangan tak hanya dikeluhkan PO, tapi masyarakat yang tertipu dengan iming-iming tiket murah saat bepergian.

Dia mencontohkan PO yang menjual tiket namun tak memiliki bus sehingga mengalihkan penumpang ke PO lain yang harga tiketnya lebih murah.

"Ini keluhan masyarakat. Misalnya ke Solo harganya 160 ribu, tapi busnya enggak ada. Lalu PO itu memindahkan penumpangnya ke PO bus lain yang tiketnya lebih murah," ujarnya.

Ketika calon penumpang hendak mengembalikan tiket dan meminta uang ganti rugi, PO tersebut malah memotong uang ganti rugi sebesar 20 persen.

Selain PO yang menjual tiket di luar terminal, Emiral menyebut pihaknya juga menindak PO yang tercatat namun busnya tak pernah memberangkatkan penumpang dari terminal.

Harga Lukisan Penganten Musiman di Rumah Si Pitung Ditaksir Hingga Miliaran Rupiah

Bangunan SD di Pasar Baru Ambruk, Menimpa Warung Hingga Tewaskan Sang Pemilik

Jelang Barito Putera Vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Dibayangi Rekor Buruk

"Kami copot plangnya di dalam terminal dan bus nya pun enggak pernah masuk ke sini," tuturnya.

Sebagai informasi, Budi menyatakan pemerintah pusat berniat mengambil alih kepengurusan terminal terbesar se-Asia Tenggara itu usai melakukan pertemuan dengan sejumlah PO.

Dalam pertemuan itu Budi menerima keluhan masih maraknya terminal bayangan di wilayah DKI sehingga berdampak pada anjloknya omzet PO.

"Saya akan kirim surat kepada DKI, kalau dia nggak ada perbaiki (Terminal Pulo Gebang) kita ambil alih. Kirim surat saja pak ke DKI, kalau dia nggak ada kemajuan kita ambil alih," kata Budi, Jumat (17/5/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved