Hindari Ujaran Kebencian, Polisi Minta Kemenhub Awasi Media Sosial Pilot

Profesi IR yang merupakan seorang pilot juga sangat riskan bila nantinya ia melakukan tindakan nekat yang terkait dengan tugasnya.

Hindari Ujaran Kebencian, Polisi Minta Kemenhub Awasi Media Sosial Pilot
ISTIMEWA/Dokumentasi Polres Jakarta Barat
IR, pilot yang diamankan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat karena melakukan ujaran kebencian di akun facebooknya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Polisi meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar mewaspadai akun media sosial para pilot.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan hal tersebut berangkat dari kasus IR, pilot maskapai nasional yang menyebarkan ujaran kebencian di akun facebook yang kini ditangani pihaknya.

"Kita harus waspada dan kita berkoordinasi pada Kemenhub supaya minimal mencermati pilot-pilot yang lain, diperhatikan media sosialnya dan sebagainya," kata Hengki di kantornya, Senin (20/5/2019).

Hengki tak menampik kasus yang dialami IR menjadi 'alarm' bahwa tindakan hate speech bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang yang berpendidikan tinggi.

Profesi IR yang merupakan seorang pilot juga sangat riskan bila nantinya ia melakukan tindakan nekat yang terkait dengan tugasnya.

"Ya bisa lihat sendiri ya kan bisa dicerna sendiri lah kalau pilot. Kalau berubah pikiran di atas (udara) gimana itu artinya kita harus waspada," ucap Hengki.

Diketahui, IR ditangkap di kediamannya di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (18/5/2019) dini hari berdasarkan hasil patroli Siber Subnit Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. 

IR ditangkap terkait UU ITE karena menyebarkan ujaran kebencian di akun facebooknya.

Pilot Rela Mati saat Demo KPU 22 Mei Singgung Putranya, Hasut Warga Lewat Facebook

Diprank Curi Jam Tangan Mewah Raffi Ahmad, Haruka Mantan JKT48: Aku Panik, Kaget Jadinya Nangis

Kewaspadaan Polisi Tangkap Pilot Coba Hasut Warga Lakukan Perlawanan 22 Mei 2019 Lewat Facebook

Pilot maskapai nasional ini menghasut masyarakat untuk melakukan perlawanan pada tanggal 22 Mei 2019 saat pengumumam resmi hasil rekapitulasi KPU RI. 

Selain itu, IR juga telah dianggap menyebarkan hoaks, salah satunya yakni menyebut "Polri Siap Tembak di tempat perusuh NKRI”.

"Kami masih dalami apakah narasi yang ada di dalam facebooknya itu murni yang buat dia (atau) apakah ada memang yang membuat lalu disebarkan secara masif," kata Hengki.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved