Kemacetan Parah Terjadi di Jalan KS Tubun Arah Pasar Tanah Abang

Untuk para pengendara yang ingin melewati jalan disekitar area Pasar Tanah Abang disarankan mencari jalan alternatif lain

Kemacetan Parah Terjadi di Jalan KS Tubun Arah Pasar Tanah Abang
TribunJakarta.com/Lita Febriani
Suasana kemacetan di sekitar area Pasar Tanah Abang, Senin (20/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kemacetan terjadi di Jalan KS Tubun arah Pasar Tanah Abang pada Senin (20/5/2019).

Kemacetan telah terjadi sejak pukul 11.00 dan semakin padat pada pukul 14.00 WIB.

Pantauan Tribunjakarta.com kemacetan menumpuk tepat di sekitaran Pasar Tanah Abang Blok A.

Kendaraan dari Jalan KS Tubun hanya bisa bergerak setiap 3 menit sekali, itupun hanya sedikit.

Satpol PP yang bertugas hanya diam tanpa menertibkan para pedagang yang sudah mulai menata dagangannya sampai ke jalan.

Sementara petugas dari Dinas Perhubungan juga nampak tak melakukan apa-apa.

Mereka beberapa kali terlihat bermain smartphone seraya senyum-senyum.

Tak hanya di Jalan KS Tubun arah ke Pasar Tanah Abang, Jalan Jati Baru Raya pun sama halnya, kendaraan tak mampu bergerak, hanya sesekali maju tiap beberapa menit sekali.

Sekitar pukul 14.35 WIB, baru nampak Satpol PP menertibkan para pedagang yang sudah mulai menurunkan dagangannya ke jalan.

Pedagang Sayur di Pasar Cengkareng Prediksi Kenaikan Harga Terjadi 10 Hari Jelang Lebaran

Polisi Tetapkan 4 Pekerja Proyek Sebagai Tersangka Kasus Ambruknya Bangunan SD di Pasar Baru

Antisipasi 22 Mei, Jalan Gudang Peluru Marunda Dekat Markas Marinir Akan Ditutup Sementara

Satpol PP meminta agar pedagang menepikan jualan mereka.

Polantas yang bertugas di area Pasar Tanah Abang juga nampak kewalahan dengan banyaknya kendaraan yang berada di area tersebut.

Keringat bercucuran di wajahnya namun ia tetap semangat meniup peluitnya agar para pengendara melajukan kendaraannya.

Untuk para pengendara yang ingin melewati jalan disekitar area Pasar Tanah Abang disarankan mencari jalan alternatif lain.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved