Kualitas Kesehatan Takjil, Ketua BPOM RI: 2,9 Persen Tidak Memenuhi Standar

"Kalau untuk temuan pangan ilegal, banyak ditemukan di Kendari, Tangerang, Makassar, Baubau, dan Banjarmasin," ujar Penny.

Kualitas Kesehatan Takjil, Ketua BPOM RI: 2,9 Persen Tidak Memenuhi Standar
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito di di Gedung C Kantor BPOM, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SALEMBA- Kepala BPOM RI, Penny K Lukito, menyatakan kualitas takjil selama bulan Puasa 1440 hijriah ini semakin membaik dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Penny, sapaannya, masih ada beberapa pedagang takjil yang tak memenuhi standar.

"Jajanan berbuka puasa takjil dayanya semakin baik. Dua koma sembilan persen (2,9 %) yang tak memenuhi standar. Relatif kecil jika dibanding tahun 2018," kata Penny K Lukito, pada acada konferensi pers di Aula Gedung C Badan POM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Data tersebut, lanjut Penny, berasal dari hasil pemeriksaan takjil di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk DKI Jakarta.

Menurut Penny, pada bulan Ramadan 2019 ini para pedagang rumahan yang menjual takjil sudah mengedepankan kesehatan.

"Takjil lebih baik dan semoga semakin baik lagi. Ini dimungkinkan pengolahan makanan lebih segar. Itu kelihatannya lebih diikuti ya oleh pengusaha rumah tangga," jelasnya.

Makanan Kedaluwarsa, Rusak, dan Ilegal

Penny menjelaskan, BPOM RI juga menemukan pangan kedaluwarsa di beberapa wilayah Indonesia.

Diantaranya di kota Kendari, Jayapura, Mimika, Palopo, dan Bima.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved