Polisi Gandeng Densus 88 dan Kemenhub Tangani Kasus Pilot yang Sebarkan Ujaran Kebencian

Selain menggandeng Densus 88, Hengki mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Polisi Gandeng Densus 88 dan Kemenhub Tangani Kasus Pilot yang Sebarkan Ujaran Kebencian
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi saat meninjau lokasi kebakaran Tomang, Selasa (22/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Polisi telah menggandeng Densus 88 dalam menangani kasus IR, pilot yang menyebarkan ujaran kebencian di akun Facebooknya.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan hal itu untuk mengetahui apakah IR telah terpapar paham radikal sehingga menuliskan ujaran kebencian tersebut.

"Karena kami temukan fakta bukan hanya ini saja tapi di tempat lain pernah ada penangkapan oleh Densus diserahkan kepada kewilayahan dengan isi konten yang hampir sama," kata Hengki di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (20/5/2019).

Hengki mengatakan saat ini pihaknya masih memeriksa apakah narasi yang ada di akun Facebook IR itu memang murni pemikirannya atau ada yang menyuruhnya.

Karenanya, ia belum bisa memastikan apakah IR tergabung dalam sindikat terorisme.

"Saya belum bisa memastikan itu masih dalam pendalaman," ucapnya.

Selain menggandeng Densus 88, Hengki mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Ia berharap pengawasan terhadap pilot perlu semakin ditingkatkan agar kejadian seperti yang dilakukan IR bisa cepat dideteksi.

Seorang Pilot Diringkus Polisi Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian dan Hoaks di Facebook

"Bahwa ini perlu menjadi atensi bersama karena yang bersangkutan ini pilot, artinya berbeda dengan yang memposting itu adalah buruh ataupun pelajar dan lain sebagainya itu berbeda. Ini adalah pilot. Jadi perlu diwaspadai," kata Hengki.

Diberitakan sebelumnya, IR ditangkap di kediamannya di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (18/5/2019) dini hari berdasarkan hasil patroli Siber Subnit Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. 

Adapun dalam postingannya, IR menghasut masyarakat untuk melakukan perlawanan pada tanggal 22 Mei 2019 saat pengumumam resmi hasil rekapitulasi KPU RI. 

Selain itu, IR juga telah dianggap menyebarkan hoaks, salah satunya yakni menyebut "Polri Siap Tembak di tempat perusuh NKRI”.
 

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved