Pemilu 2019

Respon KSAD Soal Purnawirawan yang Ikut Aksi 22 Mei

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa angkat bicara terkait seruan sejumlah purnawiran TNI yang ikut aksi 22 Mei.

Respon KSAD Soal Purnawirawan yang Ikut Aksi 22 Mei
KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa angkat bicara terkait seruan sejumlah purnawiran TNI yang ikut aksi 22 Mei.

Pada tanggal 21 Mei 2019,  KPU RI akan mengumumkan pemenang Pemilu 2019.

Andika mengatakan purnawiran merupakan senior dan pimpinan yang dulunya menggembleng para prajurit TNI aktif sehingga memiliki kesadaran tinggi menyikapi masalah.

"Mereka adalah senior-senior, dulunya komandan kami juga, kami yakin beliau-beliau juga punya kesadaran, kedewasaan, sehingga kalau beliau-beliau ini mau berpartisipasi, kami juga sangat yakin beliau tidak akan mengajari kami para junior dan adik-adik ini," kata Andika di Makopassus Cijantung, Senin (20/5/2019).

Hingga kini, Andika menuturkan TNI belum menemukan adanya potensi gangguan keamanan yang membahayakan saat KPU RI mengumumkan pemenang Pemilu 2019.

Namun dia tak menampik bila situasi dapat berubah dalam waktu singkat sehingga perlu antisipasi dengan cara mensiagakan ratusan ribu prajurit.

Satu bentuk antisipasi yang dilakukan TNI yakni mensiagakan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sebagai pasukan cadangan untuk pengamanan.

"Sejauh ini tidak ada informasi yang menyatakan pergerakan besar-besaran itu tidak ada. Tapi kan dengan berjalannya situasi ya tidak tahu," ujarnya.

Andika menyebut TNI telah berkoordinasi dengan Polri yang bakal memimpin pengamanan terkait kemungkinan massa yang menyatroni Jakarta dan penempatan personel.

Perihal apakah nanti TNI berada di belakang barisan personel Polri atau sejajar, dia menjelaskan Polri memimpin pengamanan namun teknisnya sesuai kondisi lapangan.

"Jadi kalau SOP tetap berlaku, artinya dalam hal pengamanan Polri yang akan menjadi lead. Tetapi dalam pelaksanaannya merekalah yang akan membuat satu pertimbangan, tergantung kondisinya," tuturnya.

Pengamanan 22 Mei, 32 Ribu Pasukan Gabungan Dikerahkan Hingga Kopassus Siap Diterjunkan

Alasan Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya Mendukung Prabowo Subianto

Sebelumnya, 108 Purnawirawan TNI-Polri pendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan akan mengikuti aksi 22 Mei di KPU.

Ketua Panitia Front Kedaulatan Bangsa, Jendral TNI (Purn) Tyasno Sudarto mengatakan kehadiran purnawirawan disebut guna mengawal rakyat yang terjun ke aksi.

"Iya jadi kita akan membantu bersama sama dan melindungi rakyat yang berjuang untuk kepentingan menegakan kedaulatannya," kata Tyasno. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved