Terminal Bayangan Masih Marak, BPTJ : Kita Imbau Terus PO Masuk Terminal

Kepala (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan hingga pertengahan tahun ini belum ada satu perusahaan otobus (PO) yang dibekukan

Terminal Bayangan Masih Marak, BPTJ : Kita Imbau Terus PO Masuk Terminal
TribunJakarta/Ega Alfreda
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono saat ditemui di Tangerang City Mall, Jumat (7/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan hingga pertengahan tahun ini belum ada satu perusahaan otobus (PO) yang dibekukan karena beroperasi di terminal bayangan.

Sejauh ini, Budi menuturkan langkah yang diambil pemerintah guna memberangus terminal bayangan hanya imbauan agar PO masuk ke terminal dan membayar retribusi.

"Belum ada yang dibekukan, kita imbau terus PO untuk masuk terminal," kata Budi di Cakung, Jakarta Timur, Senin (20/5/2019).

Namun dia tak menampik terminal bayangan merupakan satu masalah transportasi yang belum dapat diselesaikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Pengurus PO Terminal Pulo Gebang Pesimis Kemenhub Bisa Hapus Terminal Bayangan

Pengelola Terminal Pulo Gebang Minta Pemerintah Pusat dan PO Bantu Hapus Terminal Bayangan

Marak Terminal Bayangan, PO Bus di Terminal Pulo Gebang Pesimis Bisa Raup Untung

Menurutnya perlu waktu sampai terminal bayangan sepenuhnya lenyap dan tak menggerogoti pemasukan PO yang taat aturan.

"Memang harus bertahap tidak bisa sekaligus (Menertibkan). Kita berkoordinasi terus dengan Dishub (Dinas Perhubungan) setempat," ujarnya.

Perihal apakah terminal bayangan masih jadi primadona di kalangan masyarakat karena buruk dan berbelit-belit pelayanan di terminal.

Budi tak membantah atau membenarkan, dia hanya menyebut perlu ada perbaikan citra pelayanan di terminal agar masyarakat ogah memilih terminal bayangan.

"Image (citra) yang perlu diperbaiki, semoga masyarkat akan lebih mengerti," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved