Anstisipasi Aksi 22 Mei, PT MRT Jakarta Tambah Personel Pengamanan di Tiap Stasiun

Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, menyatakan bakal menambah personel pengamanan di tiap-tiap Stasiun MRT Jakarta.

Anstisipasi Aksi 22 Mei, PT MRT Jakarta Tambah Personel Pengamanan di Tiap Stasiun
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Kereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, menyatakan bakal menambah personel pengamanan di tiap-tiap Stasiun MRT Jakarta.

Menurut Kamaluddin, sapaannya, hal tersebut dilakukan lantaran mengantisipasi massa aksi 22 Mei, besok (22/5/2019).

"Kami khawatir massa ini nantinya ada yang menggunakan MRT dari berbagai wilayah untuk menuju KPU. Jadi, nantinya ada minimal enam petugas per stasiun. Pintu MRT ada empat jadi masing-masing kita tambah dua," kata Kamaluddin, saat dihubungi Wartawan, Selasa (21/5/2019).

Kata Kamaluddin, terkait pengamanan pun bakal diperketat dengan diadakannya pemeriksaan kepada tiap penumpang MRT Jakarta.

"Masuk diperiksa semua. Justru harapan kami jalannya ditutup, harusnya jadi alternatif untuk warga yang ingin pulang ke rumah untuk naik MRT karena cepat," jelas Kamaluddin.

Sampat detik ini, lanjutnya, situasi di semua stasiun MRT Jakarta masih tenang.

"Tidak ada sejauh ini, masih kondusif, dan kami tambah pengamanan di setiap stasiun juga ditingkatkan ada penebalan. Kalau dilihat, terutama di bundaran HI sudah kami turunkan keluar masuk stasiun juga. Kami periksa, jadi yang berpotensi mencurigakan atau yang unjuk rasa tidak bisa melewati MRT, harus menggunakan moda lain," jelas Kamaluddin.

Aksi 22 Mei, Sekolah di Sekitar Kantor KPU RI Tetap Masuk Seperti Biasa

Ada Demo di Bawaslu, Sejumlah Pengunjung Sarinah Terjebak Tak Bisa Pulang

Dia menambahkan, pihak MRT lebih memfokuskan kepada Stasiun Bundaran HI dan Dukuh Atas karena dianggap sebagai jalur utama massa aksi.

"Setiap stasiun, tapi paling difokuskan di HI dan Dukuh Atas," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, pihak KPU RI bakal berencana menetapkan hasil rekapitulasi suara Pemilu nasional 2019, besok (22/5/2019).

Hal tersebut menjadi polemik dan memancing massa aksi guna unjuk rasa di depan gedung KPU RI, Jakarta Pusat.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved