Siswa SMAN Unggulan MH Thamrin Lebih Pilih Tes Kuliah Ketimbang Ikuti SNMPTN

Dari 77 siswa, sebanyak 38 siswa berkesempatan mendapatkan kuota SNMPTN. Namun hanya 27 siswa yang mencoba jalur tersebut.

Siswa SMAN Unggulan MH Thamrin Lebih Pilih Tes Kuliah Ketimbang Ikuti SNMPTN
TribunJogja
Ilustrasi SNMPTN 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Siswa di SMAN Unggulan MH Thamrin lebih pilih jalur tes masuk kuliah ketimbang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Pada Selasa (21/5/2019) sebanyak 77 siswa kelas 12 SMAN Unggulan MH Thamrin ikuti acara wisuda di auditorium sekolah mereka.

Dari 77 siswa, sebanyak 38 siswa berkesempatan mendapatkan kuota SNMPTN. Namun hanya 27 siswa yang mencoba jalur tersebut.

"Untuk SNMPTN sebenarnya peluangnya besar. Tapi rata-rata siswa kita menolak, meskipun sudah dijelaskan jika peluangnya besar. Dari 38 kuota yang tersedia, hanya 27 yang mengambil. Dari 27 itu yang diterima hanya 11 siswa," jelas Kepala Sekolah SMAN Unggulan MH Thamrin Warnoto, Selasa (21/5/2019).

Diakui Warnoto, para siswanya mengincar beasiswa luar negeri sehingga enggan mengikuti SNMPTN.

"Saat ini sudah ada yang diterima di luar negeri. Satu orang ke Turki, 1 orang ke Jepang,  3 orang ke Singapura dan satu orang ke Hongkong. Sisanya masih menunggu hasil dari tes pendidikan ke luar negeri. Selain itu, tidak semua yang ikut tes itu merupakan anak dari keluarga mampu. Ada beberapa dari mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu," sambungnya.

Ari Permana (17), satu diantara siswa SMAN Unggulan MH Thamrin mengungkapkan alasannya menolak ikut SNMPTN.

Polisi Pertebal Pengamanan di Sejumlah Titik di Kota Bekasi

Prabowo Nilai Pengumuman Pilpres Dini Hari Janggal, Eks Komisioner KPU Bongkar Perbedaan dengan 2014

Dirinya tidak ingin menyiakan kesempatan belajar di Turki.

"Saya kebetulan dari keluarga kurang mampu. Masuk sini pun ikut tes jalur keluarga kurang mampu. Ketika lolos saya bertekat tidak akan sia-siakan kesempatan ini. Buat saya pribadi, kalau saya ikut SNMPTN kesempatan saya dapat beasiswa ke luar negeri akan sia-sia. Maka dari itu saya ikuti jalur tes. Lalu sekarang tinggal menunggu hasil pengumuman saja," terang lelaki peraih nilai UN tertinggi di SMAN Unggulan MH Thamrin.

Ari merupakan anak dari sopir gudang dan penjual gorengan ini sudah menjalani tes di Perguruan Tinggi yang ada di Jepang dan Turki.

Kemudian, rencananya ia akan mengikuti beasiswa Pemerintah Jepang dan Korea.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved