Breaking News:

Pilpres 2019

TNI Kerahkan 16.882 Personel Amankan Jakarta pada 22 Mei

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan ada ratusan ribu prajurit yang dikerahkan dalam pengamanan di wilayah DKI Jakarta pada 22 Mei 2019.

Dokumentasi Puspen Mabes TNI
Panglima TNI Jenderal Moeldoko bersalaman dengan Danpaspampres Mayjend Andika Perkasa, di Wisma A. Yani, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan ada ratusan ribu prajurit yang dikerahkan dalam pengamanan di wilayah DKI Jakarta saat KPU RI mengumumkan pemenang Pilpres 2019.

Andika menuturkan jumlah tersebut merupakan gabungan personel dari Kodam Jaya, Kostrad, Kopassus, dan sebagian Kodam Diponegoro, Kodam Brawijaya.

"Jumlahnya untuk Jakarta 16.882, untuk di Jakarta saja. Itu gabungan, baik dari Kodam Jaya, Kostrad, dari Kopassus, dan Kodam Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagian," kata Andika di Makopassus Cijantung, Senin (20/5/2019).

Namun korps baret merah hanya bersifat cadangan sehingga baru dikerahkan setelah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengeluarkan intruksi.

Untuk kesuluruhan pengamanan wilayah Indonesia 22 Mei nanti, Andika menuturkan jumlah personel TNI yang dikerahkan sekitar 162 ribu personel.

"Di seluruh indonesia. Total kira-kira 162 ribu dan mereka sudah melakukan patroli bersama, TNI-Polri untuk memastikan situasi landai. Kalaupun perlu bantuan bisa lebih cepat," ujarnya.

Jajaran Polri dan TNI Kabupaten Tangerang Gelar Buka Puasa Bareng

Anggotanya Disebut Meninggal Cacar Monyet, TNI Tak Laporkan Penyebar Hoax

Meski tak merinci lokasi mana saja yang jadi titik penempatan personel, khusus di wilayah DKI Andika menyebut ada tiga lokasi yang jadi perhatian khusus.

Sejauh ini dia menjelaskan belum ada potensi gangguan keamanan, namun pihaknya bakal terus memantau situasi di lapangan hingga lusa nanti.

"Kita sudah diploting untuk beberapa titik, saya tidak ingin menjelaskan secara detail. Tapi yang penting seperti KPU, Bawaslu, Istana itu ada. Tapi yang lainnya kita tidak bisa buka di sini," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved