Ramadan 2019

Camat Mampang Prapatan Tegaskan Akan Cabut KJP Warganya yang Terlibat Tawuran

Di Jakarta Selatan, Camat Mampang Prapatan, Nasrudin Abu Bakar mengimbau kepada warganya untuk tidak melaksanakan kegiatan SOTR di Bulan Suci Ramadan

Camat Mampang Prapatan Tegaskan Akan Cabut KJP Warganya yang Terlibat Tawuran
Dokumentasi Polsek Cilandak
11 anak sujud serta menangis di hadapan orangtuanya saat ditangkap lantaran terindikasi hendak tawuran pada Sabtu (9/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Maraknya aksi tawuran yang terjadi di sejumlah wilayah Ibu Kota, membuat pemerintah DKI memperketat keamanan dengan melakukan patroli keliling saat malam hari hingga menjelang sahur.

Aksi Tawuran remaja tanggung itu turut dipicu adanya kegiatan 'Sahur on The Road' (SOTR).

Di Jakarta Selatan, Camat Mampang Prapatan, Nasrudin Abu Bakar mengimbau kepada warganya untuk tidak melaksanakan kegiatan SOTR di Bulan Suci Ramadan ini.

Menurutnya, kegiatan SOTR dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Cegah Tawuran, Camat Kembangan Beri Imbauan ke Warga Selama Safari Ramadan

Lurah Akan Kumpulkan Tokoh Masyarakat dan Remaja Ciputat Bahas Masalah Tawuran

Aksi Tawuran, Geng Motor hingga Begal Mengganas di Jaksel Jelang Sahur, Ini Sederet Faktanya

"Lebih baik anak kita melakukan sahur di rumah, ketimbang di jalan atau di luar," terangnya, Rabu (22/5/2019).

Bersama TNI dan Polri, Kecamatan Mampang Prapatan melakukan pengawasan setiap malam untuk memantau wilayah.

"Setiap malam kami bersama TNI dan Polri memantau wilayah juga melalui rekan FKDM yang melakukan tugas dan fungsi deteksi dini dengan baik di wilayahnya," tuturnya.

Nasrudin mengakui hampir semua kelurahan di Wilayah Mampang Prapatan memiliki titik-titik rawan aksi tawuran maupun potensi kegiatan SOTR.

"Hampir semua memiliki titik-titik rawan tawuran. Tapi masih terkendali karena kita mantau terus bersama 4 pilar melakukan patroli keliling," bebernya.

Ia juga menegaskan akan mengawasi warganya terutama remaja tanggung yang mencoba untuk melakukan aksi tawuran maupun SOTR.

"Apabila kedapatan melakukan tawuran, maka pemerintah akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) anak tersebut," ungkapnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved