Cerita Yati yang Kesulitan Mencari Jalan Alternatif Menuju Lokasi Tempat Bekerja

Ia pun menceritakan sulitnya untuk menuju lokasinya bekerja hari ini, hingga dirinya pun datang telat.

Cerita Yati yang Kesulitan Mencari Jalan Alternatif Menuju Lokasi Tempat Bekerja
TribunJakarta.com/Leo Permana
Yati, seorang anggota Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU) Kembangan Selatan saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Yati, seorang anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kembangan Selatan mengaku gelisah.

Hal tersebut lantaran ia meninggalkan kedua anaknya di tempat tinggalnya, di Jalan KS Tubun, Petamburan Jakarta Pusat.

Sebagaimana diketahui, sempat terjadi kericuhan di sana oleh massa, hingga sejumlah kendaraan yang terparkir di Asrama Brimob hangus dibakar.

Ia pun menceritakan sulitnya untuk menuju lokasinya bekerja hari ini, hingga dirinya pun datang telat.

"Saya berangkat kerja juga kesiangan, jam setengah delapan (pagi) baru sampai karena cari situasi jalannya. Situasi jalannya kan semua terkepung, Polisi dan Brimob itu sudah nggak tidak bisa lewat, kita nyari jalan celah, jalan pintas dimana sekiranya bisa dilalui gitu, masih dalam kerusuhan juga ini," jelasnya saat ditemui di Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019).

Selain itu, yang menjadi khawatirnya di saat berada di lokasi kerja yaitu keadaan anak-anaknya.

Dimana kedua anaknya tersebut dalam penjagaan neneknya saja di rumah.

Sementara dirinya sudah tidak tinggal bersama dengan Ayah dari anak-anaknya tersebut.

Anak sulungnya, yang merupakan anak laki satu-satunya juga sempat meminta izin padanya untuk ikut dalam aksi 22 Mei.

Halaman
12
Penulis: Leo Permana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved