Aksi 22 Mei

Dampak Aksi 22 Mei, Ribuan Kios di Pasar Pagi Mangga Dua Tutup

Ribuan kios yang berada di pusat perbelanjaan Pasar Pagi Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara, tutup pada Rabu (22/5/2019).

Dampak Aksi 22 Mei, Ribuan Kios di Pasar Pagi Mangga Dua Tutup
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ribuan kios yang berada di pusat perbelanjaan Pasar Pagi Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara, tutup pada Rabu (22/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Ribuan kios yang berada di pusat perbelanjaan Pasar Pagi Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara, tutup pada Rabu (22/5/2019).

Tutupnya kios-kios tersebut disinyalir lantaran adanya aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di sejumlah titik di DKI Jakarta sejak malam kemarin hingga hari ini.

Koordinator Keamanan dan Parkir Pasar Pagi Mangga Dua, Sunardi menuturkan, dari total sekira 3.000 kios, hanya 339 di antaranya yang buka.

"Hari ini dari sekitar 3.000 toko hanya buka 339 toko, counter ada 66 toko yang buka," kata Sunardi saat ditemui siang ini.

Sunardi menduga, tutupnya ribuan kios itu lantaran adanya unjuk rasa atau demo hari ini.

Anies Baswedan Ingatkan Warga Agar Tidak Terpancing Isu yang Memancing Konflik

Kunjungi Rumah Peserta Aksi 22 Mei yang Meninggal Dunia di Tambora, Anies Tandu Jenazah

Aksi 22 Mei, Tidak Ada Penjagaan Ketat di Stasiun Bekasi

Unjuk rasa yang berujung kerusuhan diduga membuat para pedagang takut untuk keluar.

Terlebih ketika mereka melihat berita-berita yang beredar terkait kerusuhan yang terjadi.

"Dampaknya sepi terus merasa khawatir dengan adanya demo di sana pihak penghuni toko lebih baik dia tutup. Ketakutan aja, dengan adanya berita-berita viral apalah, itulah, jadi mereka merasa mending nggak buka toko lah daripada nanti kejebak di jalan macet, terus takut ada hal-hal yang tidak diinginkan," kata Sunardi.

Sunardi menambahkan, banyaknya kios yang tutup kemungkinan bakal terjadi hanya hari ini.

"Paling hari H aja nih, mudah-mudahan besok masih ada medsos yang berkoar-koar tapi bisa tetep buka. Kemaren buka tutup normal. Kalo hari-hari biasa kurang lebih 2.000 toko," tandasnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved