Pilpres 2019

Harus Berjiwa Besar Menghadapi Kekalahannya, JK Minta Prabowo-Sandi Bantu Tenangkan Warga

"Ya Prabowo harus berjiwa besar, kan cuma dua, menang dan kalah. Tidak ada yang seri," ujar Jusuf Kalla.

Harus Berjiwa Besar Menghadapi Kekalahannya, JK Minta Prabowo-Sandi Bantu Tenangkan Warga
Warta Kota/adhy kelana/kla
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangan sesaat sebelum memasuki pesawat terbang yang akan bertolak menuju Malaysia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (16/11). Prabowo berencana hadir dan mendampingi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Timur, Wilfrida Soik menjalani persidangan di Malaysia yang terancam hukuman mati lantaran diduga membunuh majikannya. (Warta Kota/adhy kelana/kla) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rina Ayu Panca Rini

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan, dalam setiap pertandingan terdapat menang dan kalah.

Sama halnya dalam Pilpres 2019, pihaknya yang kalah sebaiknya berjiwa besar menghadapi kekalahannya.

Hal tersebut diungkap JK saat disinggung pidato resmi calon presiden 02 Prabowo Subianto usai KPU menetapkan hasil pemilu Selasa dini hari tadi.

"Ya Prabowo harus berjiwa besar, kan cuma dua, menang dan kalah. Tidak ada yang seri," ujar Jusuf Kalla yang ditemui di kantor Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Menurut JK, jika dirasa kurang puas dengan hasil, tim Prabowo - Sandi dapat menempuh jalur Mahkamah Konsitusi (MK).

"Jadi ajukanlah ke Mahkamah Konstitusi (MK), ke Bawaslu sehingga sama dengan pendapat semua pihak, karena bedanya agak jauh 11 persen, apapun itu harus bersyukurlah," kata JK.

UPDATE Polisi Bakal Bongkar Pelaku dan Penyebab yang Menewaskan 6 Peserta Aksi 22 Mei

Namun melihat hasil yang cukup jauh yaitu sekitar 11 persen, JK menyarankan, agar Prabowo membangun komunikasi yang baik dengan calon presiden 01 Joko Widodo dan begitu pun sebaliknya, sehingga tensi politik yang akhir-akhir ini memanas dapat kembali membaik.

Ia menuturkan, hal tersebut berkaca pada dirinya yang di pemilu lalu mengakui dan menerima kekalahan dari Susilo Bambang Yudhoyono.

"Etisnya selalu yang kalah menghampiri. Menelpon yang menang. Saya dulu waktu kalah dengan Pak SBY, saya langsung telepon pak SBY dan mengucapkan selamat dan saya menerima itu," ujar dia.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved