Aksi 22 Mei

Lebih Dari 80 Pasien Dilarikan ke RSUD Tarakan Akibat Bentrok 21 Mei, 6 Orang Meninggal Dunia

Lebih dari 80 pasien sudah dilarikan ke RSUD Tarakan Jakarta Pusat hingga pagi ini akibat bentrok

Lebih Dari 80 Pasien Dilarikan ke RSUD Tarakan Akibat Bentrok 21 Mei, 6 Orang Meninggal Dunia
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Kadiskes DKI Jakarta Widyastuti bersama Direktur RSUD Tarakan Dian Ekawati, Rabu (22/5/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Lebih dari 80 pasien sudah dilarikan ke RSUD Tarakan Jakarta Pusat hingga pagi ini akibat bentrok yang terjadi pada tanggal 21 Mei hingga 22 Mei 2019.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, 80 korban tersebut beberapa di antaranya mengalami luka-lecet, hingga luka akibat peluru karet.

"Jadi saat ini kita semua tim siaga, Seperti yang saya sampaikan kemarin ada 37 titik dilakukan di lapangan, kemudian ada 10 rumah sakit rujukan. Untuk masalah luka-luka ada luka akibat benda tajam tumpul, dan luka luka lecet, ada luka robek, dan beberapa menembus ke pembuluh darah di paru-paru. Sejauh ini yang kami lihat di RSUD Tarakan memang ada (korban) peluru karet," kata Widyastuti, Rabu (22/5/2019).

Antusias Pemilu, Pasien Asal Batam Ini Mencoblos di TPS Tambahan RSCM

Massa Aksi Ricuh dengan Aparat Kepolisian, Pagar Pembatas Jalan di Jalan Jati Baru Rusak

Usai Meninjau Lokasi Bentrok, Anies Baswedan Tengok Korban Aksi 22 Mei di RS Tarakan

Massa Bentrok Dipaksa Mundur Aparat Kepolisian, Pagar Pembatas Jalan di Jalan Jati Baru Rusak

Ia menjelaskan, saat ini terpantau ada enam korban meninggal dunia akibat kejadian bentrok tersebut.

Enam korban meninggal dunia tersebut satu berada di RSUD Tarakan, dua di RS Pelni, satu korban di RS Budi Kemuliaan, satu korban di RS Mintoharjo, dan satu orang meninggal dunia di RSCM.

Sejauh ini, Widyastuti belum bisa memastikan apa penyebab utama korban meninggal dunia. Sebab, ia menyebut masih menunggu hasil diagnosa dari tim dokter di rumah sakut terkait.

"Secara diagnosa, sedang didalami di Rumah Sakit masing-masing. Meninggal dunia di sini ada satu, kemudian dua korban di pelni. lalu di RS Budi Kemuliaan ada satu, RS Mintoharjo Satu, dan RSCM satu. Yang penting adalah upaya ke gawat daruratnya tanpa memilah-milah. Upayakan penolongan pertama dulu" tegas dia.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved