Kerap Jadi Tempat Tawuran di Jalan Otista, Pemilik Rumah Makan Ini Mengaku Khawatir

Rumah Makan Jaya Mie didirikannya sejak tahun 1980-an ini menjadi saksi bisu tiap kali daerah tersebut terjadi bentrokan.

Kerap Jadi Tempat Tawuran di Jalan Otista, Pemilik Rumah Makan Ini Mengaku Khawatir
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Lili Wijaya, pemilik RM Jaya Mie di Jalan Otista Raya 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kerap menjadi langganan tawuran di Jalan Otista Raya, Lili Wijaya mengaku khawatir. Maklum saja, Lili memiliki rumah makan di Jalan Otista Raya.

Rumah Makan Jaya Mie didirikannya sejak tahun 1980-an ini menjadi saksi bisu tiap kali daerah tersebut terjadi bentrokan.

"Di sini memang sering terjadi bentrokan. Kemarin dan tadi pagi juga terjadi lagi. Lebih parahnya kemarin itu pas saya buka tempat makan mata masih pedas akibat gas air mata. Tapi pagi ini tidak sampai separah itu. Kalau kemarin saya sempat tidak ingin buka tapi sudah belanja sayuran untuk cathering. Jadi mau tidak mau tahanin mata yang pedasnya minta ampun akibat gas air mata," jelasnya pada TribunJakarta.com, Kamis (23/5/2019).

Rumah Makan yang berada di Jalan Otista Raya Nomor 85 ini sampai sengaja di desain tanpa kaca. Semua pintunya dibuat dari besi guna meminimalisir kerusakan ketika terjadi bentrokan.

"Sengaja dari dulu dibuat tanpa kaca. Karena kalu pakai kaca ngeri pecah. Sebab di sini kalau sudah bentrokan pasti sampai ada pelemparan batu. Tiap kali bentrok saya selalu terbayang kejadian 1998. Saya cuma takut ada penjarahan dan penindasan terhadap keturunan Chinese. Maka dari itu tempat makan saya tidak berani juga buka sampai 24 jam," sambungnya.

Untuk itu, Lili wijaya memilih untuk bersosialisasi dengan warga sekitar. Dirinya terus menumbuhkan rasa perduli terhadap lingkungan.

Sebab menurutnya jika terjadi apa-apa, masyarakat di sekitar lingkungannya lah yang ikut menolong.

Pengendara Abadikan Sisa Kerusuhan di Sekitar Asrama Brimob Petamburan

Pria di Bekasi Diciduk Usai Transaksi Sabu di Dekat Warung Kopi

Cerita Petugas Kebersihan di Thamrin, Kerja Keras Angkut Sampah Sambil Tahan Pedih Efek Gas Air Mata

"Makanya dimana pun saya berada, saya selalu berusaha ramah. Tetap bangun silaturahmi. Jalin silaturahmi yang baik antarwarga. Sebab antarwarga harus punya ikatan yang baik. Jadi ketika ada apa-apa mereka menolong, begitupun sebaliknya. Itu salah satu alasan mengapa saat kerusuhan 1998 saya masih aman dan justru dilindungi warga pribumi," terangnya.

Pantauan TribunJakarta.com, usai aksi bentrok pada Kamis (23/5/2019) sekira pukul 03.30 WIB, beberapa warung makan di pinggir Jalan Otista Raya sudah mulai kembali.

Arus kendaraan juga sudah normal meskipun pagi tadi saat bentrokan sempat di tutup oleh pihak Kepolisian.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved